CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.601.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Investor Ritel Kini Ramai Beli SUN FR di Pasar Sekunder, Ini Alasannya!


Jumat, 20 Februari 2026 / 15:52 WIB
Investor Ritel Kini Ramai Beli SUN FR di Pasar Sekunder, Ini Alasannya!
ILUSTRASI. Imbal Hasil Surat Utang Negara (SUN) Melesat (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pilihan investasi Surat Berharga Negara (SBN) bagi investor ritel kini semakin beragam.

Tak hanya terbatas pada SBN ritel di pasar perdana seperti Obligasi Negara Ritel (ORI) maupun Sukuk Ritel (SR), investor individu kini juga mulai aktif membeli Surat Utang Negara (SUN) seri fixed rate (FR) di pasar sekunder, yang sebelumnya identik dengan investor institusi.

Perlu diketahui, Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kementerian Keuangan, Novi Puspita Wardani, sebelumnya menyebut lebih dari sekitar 40% investor individu kini telah membeli SUN FR. Tren tersebut ditopang oleh kemudahan akses pembelian secara ritel melalui berbagai Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dengan nominal mulai Rp 1 juta.

Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) Buka Suara Soal Kebakaran Mal Ciputra Cibubur

Soal ini, Portfolio Manager/Analyst Batavia Prosperindo Aset Manajemen Putri Nur Astiwi menjelaskan bahwa terdapat perbedaan karakteristik antara membeli SUN FR di pasar sekunder dan membeli ORI di pasar perdana.

“Membeli SUN FR di pasar sekunder memberi fleksibilitas lebih besar karena investor bisa memilih seri, tenor, dan level yield yang tersedia saat itu (di platform APERD), termasuk kemungkinan mendapatkan yield yang lebih tinggi dibanding kupon ORI, tergantung kondisi pasar,” ujar Putri kepada Kontan, Jumat (20/2/2026).

Namun, Putri mengingatkan bahwa transaksi di pasar sekunder juga menuntut pemahaman lebih dari investor, terutama terkait harga obligasi yang bisa berada di level premium atau diskon, likuiditas, serta spread bid-offer.

Di sisi lain, ORI yang ditawarkan di pasar perdana dinilai lebih sederhana dan ramah bagi investor ritel pemula. ORI dibeli di harga par atau 100, dengan kupon tetap yang sudah ditetapkan sejak awal, serta proses pembelian yang relatif mudah melalui mitra distribusi digital.

“Jadi bukan semata soal kupon (atau yield) lebih tinggi, tetapi juga soal kemudahan, transparansi harga, dan kenyamanan kebutuhan refinance investor ritel,” jelasnya.

Dengan semakin banyaknya pilihan instrumen SBN, Putri menekankan pentingnya strategi yang disesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing investor.

Untuk investor yang mengutamakan stabilitas dan pendapatan tetap, SBN ritel seperti ORI atau seri lainnya dinilai cocok sebagai instrumen inti dalam portofolio.

Sementara itu, bagi investor yang lebih aktif dan memahami dinamika pergerakan harga obligasi, SUN FR di pasar sekunder dapat dimanfaatkan untuk mengejar potensi capital gain, terutama saat terjadi penurunan yield.

“Pendekatan yang ideal adalah diversifikasi tenor agar tidak terpapar risiko timing atau tenor tunggal, dan tetap menjaga fleksibilitas likuiditas,” pungkas Putri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×