kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Pasar Bergejolak, IHSG Diprediksi Masih Akan Bergerak Volatil


Senin, 19 Oktober 2026 / 07:15 WIB
Pasar Bergejolak, IHSG Diprediksi Masih Akan Bergerak Volatil
ILUSTRASI. Permintaan perbaikan pasar modal (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


Reporter: Shabrina Almaira | Editor: Dimas Andi Shadewo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi cenderung volatil pada Senin (19/10). Efek tekanan berat yang melanda pasar usai pengumuman MSCI terkait usulan penurunan status Indonesia dari emerging market menjadi standalone market mewarnai bursa.

Akibat pengumuman itu, IHSG anjlok 11,57% ke level 5.185,10 pada Jumat (16/10). Bersamaan dengan itu, investor asing juga mencatatkan aksi jual bersih alias net sell sektiar Rp 3,34 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda mengatakan, tekanan terhadap IHSG memang didominasi pengumuman terbaru MSCI soal nasib status pasar saham Indonesia. Sentimen ini makin diperberat kenaikan producer price index (PPI) Amerika Serikat (AS) sebesar 1,3% per bulan pada September 2026 serta ketidakpastian geopolitik dan pelemahan rupiah.

Pada Senin (19/10), Reza memperkirakan volatilitas IHSG masih cukup tinggi, meskipun peluang technical rebound tetap terbuka. Secara teknikal, level support psikologis IHSG diprediksi ada di angka 5.000, kemudian dapat berubah ke level 4.800 jika tekanan jual berlanjut. Sementara itu, resistance awal indeks berada di kisaran level 5.200-5.300.

Proyeksi level itu menjadi acuan skenario dan belum merupakan level teknikal yang sudah terkonfirmasi. Selama IHSG belum mampu kembali ke atas resistance disertai meredanya tekanan jual, maka pergerakan indeks masih rentan melemah. "Kami sarankan menunggu tekanan jual reda sebelum masuk pasar," kata dia, Sabtu (17/10).

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menambahkan, rilis data inflasi terbaru AS sebesar 3,7% per tahun yang masih jauh dari target The Fed turut menjadi perhatian pasar. The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan tinggi lebih lama dengan satu kali kenaikan sebelum akhir 2026.

Herditya memprediksi IHSG berkisar 5.092 hingga 5.295. Sedangkan untuk trading, investor disarankan cermati ASII dengan Rp 4,320–Rp 4.420 per saham, INCO di kisaran Rp 3.840–Rp 4.190 dan TLKM sekitar Rp 1.980–Rp 2.100.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×