kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.995   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.210   -69,36   -1,31%
  • KOMPAS100 669   -10,70   -1,57%
  • LQ45 523   -7,80   -1,47%
  • ISSI 177   -2,92   -1,63%
  • IDX30 294   -3,78   -1,27%
  • IDXHIDIV20 383   -6,24   -1,60%
  • IDX80 77   -1,11   -1,42%
  • IDXV30 106   -1,60   -1,48%
  • IDXQ30 97   -1,21   -1,23%

Harga Timah Global Ketat, Simak Rekomendasi Saham TINS dari Analis


Rabu, 21 Oktober 2026 / 09:44 WIB
Harga Timah Global Ketat, Simak Rekomendasi Saham TINS dari Analis
ILUSTRASI. Tren kenaikan harga timah global dan pemulihan operasional diproyeksi menjadi katalis positif bagi pertumbuhan laba PT Timah Tbk (TINS). (KONTAN/Sabrina Rhamadanty)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren kenaikan harga timah global dan pemulihan operasional diproyeksikan akan terus menjadi katalis positif bagi pertumbuhan laba PT Timah Tbk (TINS) hingga pengujung tahun 2026.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, memperkirakan margin dan profitabilitas TINS akan terus mendapatkan dorongan kuat dari defisit pasokan yang menjaga tingginya harga jual timah di pasar global.

Tren positif ini sejalan dengan pencapaian impresif TINS pada paruh pertama tahun ini.

Analis Binaartha Sekuritas Eka Rahmawati Rahman mencatat, rata-rata harga jual (average selling price/ASP) timah TINS melesat 52% secara tahunan menjadi US$ 49.794 per ton pada semester I 2026.

Baca Juga: IHSG Berbalik Melemah ke 5.248,8 di Pagi Ini, Top Losers LQ45: WIFI, MAPI, GOTO

Kenaikan harga jual tersebut sukses mengerek pendapatan perseroan hingga 147% secara tahunan menjadi Rp10,42 triliun.   

"Kami memperkirakan laba bersih TINS pada akhir tahun mencapai Rp 4,51 triliun, didukung harga jual rata-rata yang lebih tinggi dan normalisasi operasional," ungkap Abida kepada Kontan, Selasa (20/10/2026).

Meski prospek pendapatan dan laba tampak menjanjikan, Analis Kiwoom Sekuritas Kevin Yudha Pratama menyoroti pentingnya kewaspadaan manajemen terhadap tren kenaikan beban operasional.

Ia melihat upaya perbaikan tata kelola tambang oleh pemerintah memang bisa menopang kepastian pasokan bijih timah ke depan, namun eksekusi di lapangan akan sangat krusial bagi kelancaran kegiatan operasional perseroan.

"Jadi, tantangan utamanya adalah meningkatkan produksi sambil menjaga biaya agar keuntungan tetap terjaga," kata Kevin.

Peringatan terkait pembengkakan biaya tambang ini cukup beralasan mengingat tekanan finansial di sejumlah pos pengeluaran mulai terlihat nyata.

Baca Juga: Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp 17.990 Per Dolar AS Hari Ini (21/10)

Eka menjelaskan, beban royalti perseroan melonjak drastis dari Rp 0,22 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp 1,03 triliun pada semester I 2026.

Selain itu, beban bahan bakar juga tercatat membengkak 39% secara tahunan menjadi Rp 312 miliar pada periode yang sama. 

Di tengah perpaduan antara katalis positif dan tantangan biaya operasional tersebut, Abida mempertahankan rekomendasi buy untuk saham TINS dengan target harga Rp 4.800 per saham.

Kevin turut merekomendasikan buy untuk saham TINS dengan target harga Rp 4.100 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×