kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Panen kedelai terancam seret, CPO kian melesat


Jumat, 21 Januari 2011 / 13:24 WIB


Reporter: Dupla Kartini, | Editor: Dupla Kartini

SINGAPURA. Hari ini, harga minyak kelapa sawit alias CPO bergerak naik ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir. Kenaikan kali ini masih terpicu faktor hujan yang diperkirakan tidak cukup membantu tanaman kedelai yang dilanda kekeringan di Argentina.

Hingga pukul 13.20 WIB, harga CPO untuk kontrak pengiriman April 2011 di Bursa Berjangka Malaysia (MDE) menguat 0,87% ke level US$ 1.233,28 per ton, dari posisi kemarin di US$ 1.222,60 per ton.

Tanaman kedelai di Argentina menghadapi kekurangan air sejak November akibat peristiwa La Nina. Padahal, Argentina sebagai produsen kedelai terbesar ketiga setelah Amerika Serikat dan Brazil. Adapun, kedelai dan minyak sawit merupakan barang substitusi.

Direktur Commodity Links Pte., Vijay Mehta menyebut, hujan yang terjadi saat ini memang membantu, tapi tidak bisa sepenuhnya memulihkan kerusakan. "Itulah sebabnya banyak investor yang sangat berhati-hati," ujarnya.

Sementara, harga minyak sawit dan kedelai sudah mengalami reli ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir karena kecemasan seretnya pasokan global. Musim kering mengancam panen di Amerika Latin, dan banjir diperkirakan menganggu panen sawit di Indonesia dan Malaysia. Malaysian Palm Oil Board menyatakan produksi minyak sawit turun 15,5% menjadi 1,23 juta ton pada Desember.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×