kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Outlook aluminium terancam produksi China


Jumat, 26 Agustus 2016 / 19:57 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

Produsen di luar China, United Co. Rusal juga turut memperingatkan ancaman kenaikan kapasitas di negeri Tembok Raksasa. Perusahaan yang berbasis di Moskow itu memperkirakan aluminium akan mengalami defisit sekitar 1 juta ton tahun ini.

Permintaan yang kuat disertai dengan turunnya pasokan global menjadi penyebab kondisi defisit. Tetapi, harga yang lebih baik menurut Rusal memungkinkan China untuk kembali meningkatkan kapasitas produksi.

Ibrahim memaparkan, produsen aluminium China yang didominasi oleh perusahaan pelat merah memang cenderung meningkatkan produksi pada akhir tahun untuk menjaga persediaan sebelum awal tahun dimulai.

Peningkatan produksi juga dilakukan sebelum The Fed menaikkan suku bunga dan menekan harga aluminium ke level bawah. "Ketika harga sedang tinggi, produksi memang terus ditingkatkan," tuturnya.

Meski demikian, Ibrahim berharap kenaikan produksi China tidak akan signifikan sehingga harga aluminium akhir tahun bisa menyentuh level US$ 1.810,5 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×