kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.027.000   167.000   5,84%
  • USD/IDR 16.811   15,00   0,09%
  • IDX 7.884   -445,47   -5,35%
  • KOMPAS100 1.101   -64,39   -5,53%
  • LQ45 801   -32,51   -3,90%
  • ISSI 277   -20,90   -7,02%
  • IDX30 420   -10,16   -2,36%
  • IDXHIDIV20 503   -6,44   -1,26%
  • IDX80 123   -6,42   -4,97%
  • IDXV30 135   -4,05   -2,91%
  • IDXQ30 137   -1,94   -1,40%

Outlook aluminium terancam produksi China


Jumat, 26 Agustus 2016 / 19:57 WIB
Outlook aluminium terancam produksi China


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

Produsen di luar China, United Co. Rusal juga turut memperingatkan ancaman kenaikan kapasitas di negeri Tembok Raksasa. Perusahaan yang berbasis di Moskow itu memperkirakan aluminium akan mengalami defisit sekitar 1 juta ton tahun ini.

Permintaan yang kuat disertai dengan turunnya pasokan global menjadi penyebab kondisi defisit. Tetapi, harga yang lebih baik menurut Rusal memungkinkan China untuk kembali meningkatkan kapasitas produksi.

Ibrahim memaparkan, produsen aluminium China yang didominasi oleh perusahaan pelat merah memang cenderung meningkatkan produksi pada akhir tahun untuk menjaga persediaan sebelum awal tahun dimulai.

Peningkatan produksi juga dilakukan sebelum The Fed menaikkan suku bunga dan menekan harga aluminium ke level bawah. "Ketika harga sedang tinggi, produksi memang terus ditingkatkan," tuturnya.

Meski demikian, Ibrahim berharap kenaikan produksi China tidak akan signifikan sehingga harga aluminium akhir tahun bisa menyentuh level US$ 1.810,5 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×