kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45881,69   -1,13   -0.13%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.33%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Data China bebani harga aluminium


Kamis, 11 Agustus 2016 / 00:43 WIB
Data China bebani harga aluminium

Reporter: Diba Amalia Haritz | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Harga aluminium tergerus karena China terus meningkatkan produksi aluminium. Mengutip Bloomberg, harga aluminium kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) Selasa (9/8) lalu melemah 0,06% menjadi US$ 1.642 per metrik ton dibanding hari sebelumnya.

Tapi sepekan terakhir, harga sudah menguat 1,04%. Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto bilang, harga aluminum melemah lantaran produksi aluminium di China diprediksi naik tinggi.

Hasil riset Harbor Intelligence menyebut, China akan memproduksi 39 juta ton aluminium di 2020. “Prediksi tersebut memberikan sentimen negatif bagi aluminium,” kata Andri.

Sekadar info, China memproduksi lebih dari 50% dari pasokan aluminium di seluruh dunia. Selain itu, Andri mengungkapkan, pertemuan The Fed yang dilaksanakan pada September mendatang ikut mempengaruhi harga komoditas logam, termasuk aluminium.

Pelaku pasar berspekulasi The Fed akan menaikkan suku bunga. Sebab data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil positif. Transaksi aluminium juga tengah menurun lantaran musim panas yang tengah berlangsung.

“Musim panas merupakan holiday season bagi Eropa dan AS, sehingga transaksi berbagai komoditas, salah satunya alumunium, berkurang,” ujar Andri.

Kendati begitu, analis memprediksi pelemahan harga aluminium bakal tertahan katalis positif yang juga berasal dari China. Juli lalu, China mencetak consumer price index (CPI) 1,8%, lebih tinggi dari prediksi yang cuma 0,1%. Sedang producer price index (PPI) turun 1,7%.

Tapi ini masih lebih bagus ketimbang prediksi, yakni turun 2,0%. Data tersebut memberikan gambaran adanya pertumbuhan aktivitas ekonomi di China, termasuk aktivitas industri yang dapat meningkatkan permintaan aluminium.

“Hal ini juga berimbas pada penguatan mata uang,” kata Andri.Saat ini, pasar masih menanti data produksi industri China yang akan dirilis Jumat (12/8). Prediksinya, produksi naik 6,2%.

Secara teknikal, moving average (MA) 50 di bawah MA 100 dan MA 200. MACD positif dan stochastic di atas level 50. Sedangkan RSI netral. Andri memprediksi, harga aluminium hari ini akan naik ke kisaran US$ 1.630–US$ 1.650. Sepekan ke depan, harga akan bergerak di kisaran US$ 1.600–US$ 1.680 per metrik ton.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×