kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

OSL Indonesia Bidik Pangsa Hingga 10% di Tengah Pertumbuhan Pasar Kripto


Senin, 28 September 2026 / 21:14 WIB
OSL Indonesia Bidik Pangsa Hingga 10% di Tengah Pertumbuhan Pasar Kripto
ILUSTRASI. Altcoin di Seluruh Dunia: Tinjauan Regional oleh Octa Broker (Dok/Octa)


Reporter: Vivit Dewi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan pasar aset kripto Indonesia membuka ruang ekspansi bagi pelaku perdagangan aset digital. Di tengah jumlah konsumen yang terus bertambah dan investor yang dinilai semakin matang,

OSL Indonesia membidik peningkatan aktivitas perdagangan sebagai bagian dari strategi memperbesar bisnisnya di pasar domestik.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah konsumen aset kripto mencapai 22,93 juta akun per Juli 2026. Besarnya basis pasar tersebut menjadi salah satu pertimbangan OSL Indonesia untuk terus mengembangkan layanan dan memperluas basis penggunanya.

President Director OSL Indonesia Ivan Arilito mengatakan, tingkat pemahaman masyarakat terhadap investasi aset kripto semakin meningkat.

Baca Juga: Bitcoin Mulai Pulih, Ini Proyeksi Harga BTC dan Ethereum hingga Akhir 2026

Investor kini dinilai lebih selektif dan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum melakukan transaksi.

"Kami sangat optimistis dengan pertumbuhan kripto di Indonesia. Masyarakat Indonesia semakin mature dalam cara berinvestasinya," kata Ivan saat peluncuran kantor baru OSL Indonesia di 18 Parc SCBD, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Optimisme tersebut tercermin dari kinerja perdagangan OSL Indonesia. Total trading volume perusahaan tumbuh 18,3% pada kuartal II 2026.

OSL Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan jumlah pengguna, tetapi juga mengarahkan strategi pada peningkatan jumlah trader aktif dan volume perdagangan yang sehat. Perusahaan menargetkan pangsa 8%-10% dari konsumen aset kripto Indonesia pada 2026.

Dengan jumlah konsumen mencapai 22,93 juta akun, target tersebut setara dengan sekitar 1,83 juta hingga 2,29 juta akun.

Untuk mengejar target tersebut, OSL Indonesia memperluas produk dan layanan sesuai kebutuhan pengguna. Layanannya mencakup Quick Buy/Sell untuk transaksi spot secara instan, Auto Invest dengan strategi dollar cost averaging (DCA), serta OSL Elite bagi pengguna dengan nilai transaksi besar.

Baca Juga: Bitcoin dan Ether Naik Lebih dari 14% dalam Sepekan, Ini Prospeknya hingga Akhir 2026

Aktivitas perdagangan di platform OSL Indonesia saat ini antara lain ditopang aset kripto seperti USDT, Bitcoin dan Ethereum. Perusahaan juga mengembangkan fitur Launchpool dan Market Buzz untuk memperluas pilihan layanan bagi pengguna.

Selain mengejar pertumbuhan transaksi, OSL Indonesia menempatkan kepatuhan sebagai bagian dari strategi bisnis.

Perusahaan telah terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta tercatat sebagai anggota Indonesia Crypto Exchange (ICEX) dan Crypto Asset Clearing Indonesia (CACI).

OSL Indonesia juga memperkuat edukasi dan literasi aset kripto, terutama untuk menjangkau pengguna baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas pasar sekaligus mendorong pertumbuhan transaksi yang lebih berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×