Reporter: Vivit Dewi | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dominasi Bitcoin masih berada di kisaran 59%-60% di tengah penguatan pasar kripto. Kondisi ini menunjukkan pergerakan aset kripto masih banyak mengikuti Bitcoin, meski sejumlah altcoin juga mencatat kenaikan lebih tinggi.
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (22/9/2026) pukul 18.07 WIB, harga Bitcoin berada di level US$ 85.911, naik 1,63% dalam sehari. Dalam sepekan, Bitcoin menguat 11,48% dan 11,92% dalam sebulan.
Ethereum berada di level US$ 2.741, naik 0,80% secara harian, 10,35% dalam sepekan, dan 13,42% dalam sebulan.
Baca Juga: Obligasi Domestik Kebal Tekanan UST, Asing Serbu SBN Jelang Akhir 2026
Solana berada di level US$ 116,67, naik 0,41% sehari, 15,66% sepekan dan 24,55% sebulan. Sementara XRP berada di level US$ 1,52, naik 2,31% sehari, 8,94% sepekan dan 3,17% sebulan.
CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan, pasar kripto saat ini masih berada dalam fase Bitcoin Season. Menurutnya, dominasi Bitcoin yang masih tinggi membuat pergerakan aset kripto lainnya cenderung mengikuti Bitcoin.
"Karena dominasi pasar Bitcoin saat ini berada di sekitar 59-60% dan altcoin season index masih rendah, artinya pasar kripto secara umum masih dalam fase 'Bitcoin Season'," kata Yudhono kepada Kontan, Selasa (22/9/2026).
Meski demikian, sejumlah altcoin mulai menunjukkan penguatan. Yudhono menilai rotasi dana ke altcoin secara lebih luas masih bergantung pada perubahan dominasi Bitcoin dan arus modal ke aset alternatif.
Untuk akhir tahun, Yudhono memperkirakan Bitcoin berada di kisaran US$ 100.000-US$ 170.000. Sementara Ethereum diproyeksikan berada di kisaran US$ 3.000-US$ 4.500.
Di tengah kondisi tersebut, Yudhono menyarankan investor ritel menerapkan strategi dollar cost averaging (DCA) dan tidak berlebihan menggunakan leverage.
"Investor ritel juga sebaiknya memprioritaskan aset dengan fundamental dan likuiditas jelas seperti Bitcoin dan Ethereum, sebelum mempertimbangkan altcoin yang volatilitasnya jauh lebih tinggi," ujarnya.
Ia juga mengingatkan investor untuk menggunakan dana yang siap menanggung risiko serta menetapkan batas kerugian dalam berinvestasi di aset kripto.
Baca Juga: Indo Tambangraya (ITMG) Bakal Pulihkan Produksi, Cek Rekomendasi Sahamnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














