Reporter: Yuliana Hema | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menuntaskan penyidikan tindak pidana pasar modal berupa transaksi semu atau menyesatkan atas perdagangan saham PT Sriwahana Adityakarta Tbk (SWAT) yang terjadi pada Juni–Juli 2018.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan & Komunikasi OJK M. Ismail Riyadi menjelaskan para tersangka diduga bersekongkol melakukan transaksi saham SWAT dengan menggunakan rekening efek pihak nominee melalui sembilan perusahaan efek.
“Sehingga menciptakan gambaran semu mengenai harga saham SWAT di Pasar Reguler,” tulisnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).
Baca Juga: Saham Emiten Rokok Diproyeksi Bangkit Tahun Ini, Apa Penyulutnya?
Transaksi melalui rekening efek pihak nominee tersebut mengakibatkan pertemuan transaksi sebanyak 60.121 kali atau sekitar 10,0%, dengan volume transaksi mencapai 639,77 juta saham dan nilai transaksi sebesar Rp 230,89 miliar.
“Pola transaksi tersebut diduga dilakukan melalui dominasi transaksi, pertemuan transaksi, inisiator beli untuk menaikkan harga, serta pola buying market impact pada periode 8 Juni sampai dengan 5 Juli 2018,” kata Ismail.
Penyidik OJK menyimpulkan telah terjadi tindak pidana pasar modal sebagaimana diatur dalam Pasal 91 dan/atau Pasal 92 juncto Pasal 104 UU Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 15 miliar
Penyidik OJK telah melaksanakan pelimpahan berkas perkara kepada Jaksa Penuntut Umum dan berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P-21). Pada 13 Januari 2026, penyidik OJK telah melaksanakan Tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Boyolali.
Ismail bilang, dalam penanganan tindak pidana di sektor jasa keuangan, OJK senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum guna memastikan proses penegakan hukum berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Baca Juga: Agro Yasa Lestari (AYLS) Diakuisisi Bintang Cahaya Investment Senilai Rp 39 Miliar
Selanjutnya: Prabowo Kumpulkan 1.200 Rektor dan Guru Besar, Bahas Pengelolaan Tambang ?
Menarik Dibaca: Promo Alfamart Long Weekend 15-18 Januari 2026, Cek Beli 1 Gratis 1 & Beli 2 Gratis 1
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
