Reporter: Yuliana Hema | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siap-siap menyambut perdagangan perdana saham PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Hari ini, Kamis 9 Juli 2026. Berikut simulasi auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB) saham PRDL pada hari pertama di BEI.
Saham PRDL akan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (9/7/2026). Menjelang pencatatan perdana, penawaran umum saham perseroan mencatat kelebihan permintaan alias oversubscribed hingga 709,93 kali.
Berdasarkan data selama masa penawaran umum, IPO PRDL menerima sebanyak 1.273.678 antrean pemesanan melalui sistem e-IPO. PRDL menawarkan 522,90 juta saham baru atau setara 30% modal ditempatkan setelah IPO.
PRDL menetapkan harga penawaran umum sebesar Rp 120 per saham atau batas atas kisaran harga saat bookbuilding. Melalui aksi korporasi tersebut, PRDL menghimpun dana segar sekitar Rp 62,75 miliar.
Dengan banyaknya jumlah peminat, pergerakan harga saham PRDL berpotensi meningkat tinggi hingga mencapai ARA pada hari pertama perdagangan di BEI. Saham PRDL akan terkena ARA jika mampu meningkat hingga 35% atau mencapai Rp 162 per saham.
Sebaliknya, harga saham PRDL akan terkena ARB jika anjlok 15% atau turun menjadi Rp 102 per saham.
Baca Juga: Pemerintah dan Danantara Groundbreaking PSEL Pertama di Indonesia
Penggunaan Dana IPO
Sebagian besar dana hasil IPO, sekitar 62%, akan digunakan untuk melunasi sebagian fasilitas pinjaman bank. Sisanya dialokasikan bagi belanja modal dan kebutuhan modal kerja guna mendukung pengembangan operasional PRDL.
Adapun belanja modal mencakup pembelian mesin produksi, peralatan kalibrasi, kendaraan operasional, sistem perangkat lunak, penataan ulang area produksi, serta penambahan fasilitas Air Handling Unit (AHU) untuk Laboratorium Biomolekuler.
Direktur Utama Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan tingginya permintaan pada IPO PRDL mencerminkan minat investor terhadap emiten yang memiliki fundamental usaha dan prospek pertumbuhan bisnis yang dinilai menjanjikan.
"Antusiasme terhadap IPO PRDL menunjukkan minat investor terhadap perusahaan dengan fundamental yang solid masih sangat tinggi," ujar Bernadus dalam keterangan resmi, Rabu (8/7/2026).
Tonton: Prabowo dan Modi Resmikan Restorasi Candi Prambanan, Indonesia-India Jalin Kerja Sama 10 Tahun
Menurut Bernadus, pencatatan saham PRDL diharapkan menjadi katalis positif bagi pengembangan pasar modal Indonesia. Kehadiran emiten baru berkualitas dapat memperluas pilihan investasi bagi masyarakat dan investor institusi.
Direktur Utama Prodia Diagnostic Line Cristina Sandjaja menambahkan pencatatan saham perdana menjadi tonggak penting bagi perusahaan untuk mempercepat pengembangan bisnis pada industri alat kesehatan nasional.
"IPO ini merupakan milestone yang sangat penting bagi perjalanan bisnis Proline sekaligus membuktikan komitmen perusahaan menjadi bagian penting ekosistem layanan kesehatan di Indonesia," kata Cristina.
Cristina bilang manajemen PRDL optimistis dana hasil IPO akan memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi usaha, yang diharapkan meningkatkan kontribusi PRDL terhadap pengembangan industri alat kesehatan nasional dalam jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














