kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Neraca ECB menembus rekor, bursa AS dilanda aksi jual


Kamis, 29 Desember 2011 / 06:00 WIB
ILUSTRASI. Jadwal M2 Mobile Legends hari ke-4 Jumat 22 Januari, babak playoff resmi dimulai


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW YORK. Sebagian besar saham yang ditransaksikan di bursa AS ditutup dengan penurunan kemarin malam. Pada pukul 16.00 waktu New York, indeks Standard & Poor\'s 500 turun 1,3% menjadi 1.249,64. Penurunan tersebut menghapus seluruh kenaikan di 2011 karena indeks melorot di bawah harga rata-ratanya dalam 200 hari terakhir.

Sejumlah saham yang mempengaruhi bursa AS antara lain: Alcoa Inc dan Chevron Corp yang turun masing-masing sebesar 1,8%. Lalu ada saham Morgan Stanley Cyclical Index yang melorot 1,9% seiring penurunan Caterpillar Inc dan Ford Motor Co yang melorot lebih dari 2,3%. Sedangkan Bank of America Corp masih melanjutkan penurunan pada transaksi sebelumnya sebesar 3,6%.

Aksi jual yang melanda bursa AS dipengaruhi oleh neraca Bank Central Eropa (ECB) meningkat ke rekor tertinggi setelah kenaikan pengucuran pinjaman untuk perbankan dalam mengatasi krisis utang Eropa.

"Perekonomian mendapatkan tekanan dari pinjaman Bank Sentral Eropa kepada perbankan. Dengan kondisi Eropa yang akan jatuh ke jurang resesi, perbankan sulit menggelontorkan pinjaman," jelas Timothy Ghriskey, chief investment officer Solaris Group LLC di New York.

Catatan saja, bursa saham melempem setelah neraca Bank Sentral Eropa menembus rekor baru senilai 2,73 triliun euro atau US$ 3,55 triliun. Pada pekan lalu, Bank Sentral Eropa sudah menggelontorkan pinjaman tiga tahun kepada 523 perbankan dengan nilai total 489 miliar euro untuk mendongkrak pengucuran kredit. Sejauh ini, perbankan hanya menyimpan dananya kembali ke Bank Sentral Eropa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×