kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Natal dan Tahun Baru memoles kinerja Japfa Comfeed (JPFA) di akhir tahun


Senin, 09 Desember 2019 / 18:21 WIB
Natal dan Tahun Baru memoles kinerja Japfa Comfeed (JPFA) di akhir tahun
ILUSTRASI. Pabrik Pakan Ternak Baru Indojaya, grup PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk JPFA di Kawasan Industri Modern 4 Sumatera Utara. Setelah turun di kuartal III 2019, kinerja Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) bakal terangkat momentum Natal dan Tahun Baru.

Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Komarul Hidayat

Meilki juga yakin, pendapatan JPFA akan tumbuh di tahun 2020 nanti. Pasar ekspor yang tumbuh di tahun ini akan menopang kinerja JPFA di tahun depan.

Selain itu, JPFA mengalokasikan belanja modal untuk ekspansi yang cukup besar di tahun depan yakni sebesar Rp 2 triliun.

Timothy melihat, pangsa ekspor masih sangat menjanjikan bagi bisnis emiten poultry karena didukung oleh regulasi pemerintah yang melunak.

Anissa dalam risetnya menuliskan, di tahun 2020 nanti pertumbuhan pendapatan JPFA akan mencapai 11%. Sementara laba bersih akan tumbuh 37%. Begitu pula dengan operating profit margin diperkirakan tumbuh 9,5%.

Baca Juga: Laba emiten poultry tertekan di kuartal III-2019, simak rekomendasi analis berikut

Meilki rekomendiaskan buy saham JPFA dengan target harga Rp 1.940 per saham. Ia menilai, JPFA memiliki ketahanan bisnis yang kuat dan lengkap. Meilki menyarankan investor untuk akumulasi saham JPFA sebelum Tahun Baru.

Timothy juga merekomendasikan buy saham JPFA dengan target harga Rp 1.970 per saham. Ia melihat industri poultry mulai membaik didukung stimulus positif dari pemerintah yang muali memperhatikan stabilitas harga ayam.

Anissa juga rekomendasikan buy saham JPFA dengan target harga Rp 2.215 per saham. Senin (9/12), harga saham JPFA naik 1,58% ke level Rp 1.610 per saham.

Baca Juga: Jaga stabilitas harga ayam hidup, Kemendag akan evaluasi harga acuan ayam





Close [X]
×