kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Natal dan Tahun Baru memoles kinerja Japfa Comfeed (JPFA) di akhir tahun


Senin, 09 Desember 2019 / 18:21 WIB
Natal dan Tahun Baru memoles kinerja Japfa Comfeed (JPFA) di akhir tahun
ILUSTRASI. Pabrik Pakan Ternak Baru Indojaya, grup PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk JPFA di Kawasan Industri Modern 4 Sumatera Utara. Setelah turun di kuartal III 2019, kinerja Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) bakal terangkat momentum Natal dan Tahun Baru.

Reporter: Irene Sugiharti | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA, anggota indeks Kompas100) di kuartal III-2019 menurun dibandingkan kuartal II 2019. Namun, analis menilai prospek prospek bisnis JPFA masih cerah.

Mengutip riset analis Kresna Sekuritas Timothy Gracianov, pelemahan kinerja di kuartal III 2019 hampir terjadi diseluruh lini bisnis JPFA. Misal, pada kuartal III 2019 lalu, pendapatan dari bisnis pakan ternak turun 3,4% dibandingkan periode sama tahun lalu menjadi Rp 3,5 triliun. Begitu pula dengan pendapatan dari bisnis day old chick (DOC) yang juga turun 14,2% di kuartal III 2019.

Analis Reliance Sekuritas Anissa Septiwijaya dalam risetnya menyebut, kinerja segmen broiler dan DOC yang kurang memuaskan jadi salah satu sebab kinerja JPFA terkoreksi di kuartal III 2019.

Baca Juga: Japfa Comfeed (JPFA) bidik pasar Timur Tengah dan China

Selama kuartal III 2019 saja, JPFA mencatatkan pendapatan sebesar Rp 8,93 triliun, lebih rendah 7,7% dari kuartal II 2019. Namun secara tahunan atau year on year pendapatan JPFA di kuartal III 2019 itu masih naik 3,5%.

Alhasil, tulis Annisa dalam risetnya, penurunan tersebut membuat laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk JPFA selama kuartal III 2019 saja mencapai Rp 213,7 miliar atau turun 58,8% dari kuartal II 2019.

"Kinerja top line yang lebih rendah dari kuartal II 2019 disebabkan oleh kinerja dari segmen broiler dan DOC yang kurang memuaskan," demikian Anissa dalam risetnya.

Kendati kinerja kuartal III 2019 turun dibandingkan kuartal sebelumnya, analis NH Korindo Meilki Darmawan menilai, JPFA masih memiliki potensi untuk membukukan tambahan penghasilan di kuartal IV 2019. Momentum Natal dan Tahun Baru biasanya akan mendorong permintaan.

Rekomendasi saham

Melki optimistis, sampai akhir tahun 2019, total pendapatan JPFA sepanjang tahun ini dapat mencapai Rp 36,8 triliun. Catatan saja, hingga kuartal III 2019, total pendapatan JPFA sudah mencapai Rp 27,1 triliun.

Baca Juga: Sepanjang 2019, nilai ekspor Japfa Comfeed (JPFA) tembus Rp 500 miliar

Ini berarti, JPFA masih ada kesempatan menambah pendapatan sebanyak Rp 9,7 triliun di kuartal IV 2019. "Bagi kami, besaran tersebut masih relevan untuk dicapai oleh JPFA. Jadi di sepanjang 2019, JPFA masih memiliki prospek yang positif dari sisi operasional,” tutur Meilki yang dihubungi Kontan.co.id.

Meilki juga yakin, pendapatan JPFA akan tumbuh di tahun 2020 nanti. Pasar ekspor yang tumbuh di tahun ini akan menopang kinerja JPFA di tahun depan.

Selain itu, JPFA mengalokasikan belanja modal untuk ekspansi yang cukup besar di tahun depan yakni sebesar Rp 2 triliun.

Timothy melihat, pangsa ekspor masih sangat menjanjikan bagi bisnis emiten poultry karena didukung oleh regulasi pemerintah yang melunak.

Anissa dalam risetnya menuliskan, di tahun 2020 nanti pertumbuhan pendapatan JPFA akan mencapai 11%. Sementara laba bersih akan tumbuh 37%. Begitu pula dengan operating profit margin diperkirakan tumbuh 9,5%.

Baca Juga: Laba emiten poultry tertekan di kuartal III-2019, simak rekomendasi analis berikut

Meilki rekomendiaskan buy saham JPFA dengan target harga Rp 1.940 per saham. Ia menilai, JPFA memiliki ketahanan bisnis yang kuat dan lengkap. Meilki menyarankan investor untuk akumulasi saham JPFA sebelum Tahun Baru.

Timothy juga merekomendasikan buy saham JPFA dengan target harga Rp 1.970 per saham. Ia melihat industri poultry mulai membaik didukung stimulus positif dari pemerintah yang muali memperhatikan stabilitas harga ayam.

Anissa juga rekomendasikan buy saham JPFA dengan target harga Rp 2.215 per saham. Senin (9/12), harga saham JPFA naik 1,58% ke level Rp 1.610 per saham.

Baca Juga: Jaga stabilitas harga ayam hidup, Kemendag akan evaluasi harga acuan ayam




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×