kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Laba emiten poultry tertekan di kuartal III-2019, simak rekomendasi analis berikut


Jumat, 15 November 2019 / 18:55 WIB
Laba emiten poultry tertekan di kuartal III-2019, simak rekomendasi analis berikut
ILUSTRASI. Peneliti memeriksa ayam ternak di dalam kandang tertutup


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba produsen pakan ternak dan unggas sepanjang kuartal III-2019 mengalami penurunan, padahal pendapatan beberapa emiten poultry ini mengalami pertumbuhan selama kuartal III 2019.

Misalnya saja, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang mencatat kenaikan penjualan 7,26% menjadi Rp 27,17 triliun dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 25,337 triliun. Sayangnya penurunan harga broiler telah menekan laba JPFA, laba JPFA turun signifikan 37,61% menjadi Rp 1,04 triliun dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 1,67 triliun.

Selanjutnya, PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) membukukan kenaikan pendapatan sebesar 17,17% di kuartal III 2019 menjadi Rp 5,66 triliun dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 4,83 triliun.

Baca Juga: Laba Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) menciut 37,61% pada kuartal III 2019

Malindo membukukan penurunan laba komprehensif yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun sebesar 13,38% menjadi Rp 195,39 miliar dibandingkan periode sama 2018 yang sebesar Rp 225,59 miliar.

Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia mengatakan meski pendapatan emiten poultry meningkat pada kuartal III-2019, namun beban mereka juga bertumbuh sehingga menekan laba bersih.

Pada kuartal IV-2019, ia memproyeksi emiten poultry bisa memacu penjualan menjelang Natal. “Diperkirakan akan adanya peningkatan permintaan terhadap poultry menjelang hari raya,” katanya, Jumat (15/11).

Lebih lanjut Catherina menjelaskan saham saham emiten poultry masih sangat terpengaruh oleh demand dan supply dari ayam broiler dan masih sensitif dengan harga rata-rata penjualan yang menurun ke level Rp 15.000 per kilogram (kg), di bawah HPP Rp 19.000 per kg lantaran oversupply.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×