kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Multi Spunindo Jaya (MSJA) Targetkan Pendapatan Tumbuh 15% di 2024


Rabu, 10 Januari 2024 / 14:47 WIB
Multi Spunindo Jaya (MSJA) Targetkan Pendapatan Tumbuh 15% di 2024
Pencatatan perdana saham PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/1/2024).


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Spunindo Jaya Tbk. (MSJA) menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 15% di sepanjang 2024. Adapun MSJA resmi melantai atau listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/1). 

Namun, Direktur Utama Multi Spunindo Jaya Sasongko Basuki mengatakan, target tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kinerja perusahaan. Sehingga bisa saja target menjadi turun. 

“Jadi target itu juga akan kita sesuaikan dengan perkembangan kinerja perusahaan, karena kami lihat situasi di dunia ini basically agak kurang stabil,” ujar Sasongko usai seremoni pencatatan saham perdana atau IPO di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/1).

Baca Juga: Pasca IPO, Multi Spunindo (MSJA) akan Bangun Pabrik Baru, Investasi Rp 109 Miliar

Pasalnya dia menilai, tensi geopoltik global yang semakin memanas, terutama di Timur Tengah diproyeksi bisa berdampak terhadap kinerja MSJA. Kendati demikian, dia tetap optimis MSJA mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan 15% hingga akhir 2024. 

Sasongko mengatakan, optimisme itu muncul lantaran MSJA pasca IPO ini, akan melakukan ekspansi bisnis dengan membangun pabrik baru untuk lini produksi SAP Sheet yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Dia menuturkan bahwa pabrik baru tersebut investasinya sekitar US$ 6 juta - US$ 7 juta atau setara dengan Rp 93,41 miliar - Rp 109,05 miliar. Adapun pembangunannya baru dimulai pada kuartal kedua 2024.

“Jadi, kemungkinan pembangunan pabrik baru itu bisa rampung di akhir dari kuartal keempat pada 2024 ini,” ujarnya

Sasongko menjelaskan, pabrik baru itu akan dibangun di land bank milik MSJA seluas 14.000 meter yang sudah disiapkan oleh perseroan. Sedangkan untuk kapasitasnya sebesar 20.000 ton. 

Dia mengatakan, untuk investasi teranyar, sebagian akan berasal dari hasil IPO, yakni maksimal Rp 26,47 miliar. Sementara pada 2024 sendiri, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 15% secara year on year (YoY). 

Lebih lanjut, mengacu prospektus IPO, MSJA menetapkan harga penawaran umum saham perdana alias IPO sebesar Rp 300 per saham. Harga penawaran awal atau bookbuilding MJSA di kisaran Rp 250 sampai Rp 350.

Baca Juga: Banyak Diminati, IPO Multi Spunindo Jaya (MSJA) Oversubscribed 3,75 Kali

MSJA menawarkan sebanyak 882,35 juta saham. Jumlah saham yang dilepas lewat IPO ini setara 15% dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO.

Dengan begitu, calon emiten yang akan menggunakan kode saham MSJA ini berpotensi mengantongi dana segar Rp 264,7 miliar. Masa penawaran umum MSJA akan berlangsung 3-8 Januari 2024.

Sekitar 40% dari dana IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha MJSA dalam bentuk belanja modal. Mulai dari pembangunan gedung hingga membeli mesin SAP Sheet. 

Sekitar 30% akan digunakan untuk bentuk modal kerja MJSA, seperti untuk pembiayaan kebutuhan operasional termasuk pembelian bahan baku hingga biaya marketing dan lainya. 

Terakhir, sekitar 30% lainnya akan digunakan untuk pembayaran seluruh dan sebagian pinjaman bank untuk fasilitas modal kerja kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMR) dan PT Bank UOB Indonesia. 

Baca Juga: Segera IPO, Multi Spunindo (MSJA) Patok Harga Rp 300 Per Saham

Dalam gelaran ini, Multi Spunindo Jaya menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Reliance Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Multi Spunindo Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri nonwoven, secara business to business (B2B) dengan memproduksi produk nonwoven sheet yang kemudian digunakan sebagai salah satu bahan baku produk jadi di berbagai sektor, mulai dari sektor kesehatan, hingga sektor konstruksi dan agrikultur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×