kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.996.000   8.000   0,27%
  • USD/IDR 16.977   -52,00   -0,31%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Wall Street Anjlok Tajam Pasca The Fed Mempertahankan Suku Bunga


Kamis, 19 Maret 2026 / 04:50 WIB
Wall Street Anjlok Tajam Pasca The Fed Mempertahankan Suku Bunga
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street ditutup anjlok tajam pada akhir perdagangan Rabu (18/3/2026) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan AS.(REUTERS/Brendan McDermid)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street ditutup anjlok tajam pada akhir perdagangan Rabu (18/3/2026) setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan AS dan memproyeksikan hanya satu kali penurunan suku bunga pada tahun ini. Risiko ekonomi dari melonjaknya Harga minyak dan perang AS dan Israel dengan Iran menjadi pertimbangan The Fed untuk mempertahankan suku bunganya.

Mengutip Reuters, indeks S&P 500 turun 1,36% dan ditutup pada level 6.624,70, penutupan terendah dalam hampir empat bulan. Indeks S&P 500 sudah turun sekitar 3% sepanjang tahun 2026 berjalan.

Indeks Nasdaq turun 1,46% ke level 22.152,42 poin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 1,63% ke level 46.225,15.

Kesebelas indeks sektor S&P 500 mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor barang konsumsi pokok yang turun 2,44%, diikuti oleh penurunan 2,32% pada sektor barang konsumsi non-pokok.

Baca Juga: Wall Street Melemah Usai Data PPI Melampaui Ekspektasi Pasar

Volume perdagangan saham di bursa AS mencapai 19,4 miliar saham, dengan rata-rata 19,8 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Proyeksi baru dari para pembuat kebijakan bank sentral AS menunjukkan bahwa suku bunga acuan semalam The Fed hanya akan turun seperempat poin persentase pada akhir tahun ini, tanpa petunjuk mengenai waktu pastinya.

Indeks saham utama melanjutkan penurunan setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengadakan konferensi pers dan menegaskan kembali ketidakpastian yang ditimbulkan perang terhadap prospek ekonomi.

Para ekonom tidak memperkirakan The Fed akan mengubah suku bunganya.

"The Fed sedang mempertahankan suku bunganya. Dengan inflasi yang melebihi target dan ekonomi yang melampaui tren, serta ketidakpastian yang tinggi tentang arah perang Iran, tidak ada alasan untuk melonggarkan kebijakan," kata Michael Rosen, kepala investasi di Angeles Investments di Santa Monica, California.

“Tantangan yang lebih besar bagi The Fed, yang diperparah oleh perang, adalah menyeimbangkan mandat gandanya yaitu lapangan kerja penuh dan inflasi yang rendah dan stabil. Jika perang berlanjut dan harga minyak tetap tinggi, hal itu akan menyebabkan perlambatan ekonomi. Tetapi melonggarkan kebijakan moneter akan menjadi kesalahan karena itu hanya akan memicu inflasi.”

Sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan Indeks Harga Produsen naik 3,4% secara tahunan, melebihi perkiraan ekonom sebesar 2,9%. Inflasi berisiko meningkat lebih lanjut karena konflik Timur Tengah meningkatkan biaya pengiriman dan minyak.

Baca Juga: Wall Street Ditutup Naik Selasa (17/3), Cermati Sikap The Fed Saat Harga Minyak Panas

Harga minyak mentah Brent melanjutkan kenaikannya dan mencapai hampir US$ 110 per barel setelah sebuah kantor berita Iran melaporkan bahwa beberapa fasilitas milik industri minyak Iran di South Pars dan Asaluyeh diserang.

Saham AMD naik 1,6% setelah menyetujui perluasan kemitraan strategis dengan Samsung Electronics untuk memasok chip memori bagi infrastruktur AI. 

Saham Nvidia turun 0,8% setelah mendapatkan persetujuan Beijing untuk menjual chip kecerdasan buatan terkuat kedua mereka di China.

Saham Micron Technology turun sekitar 0,5% dalam perdagangan setelah jam tutup bursa setelah perusahaan pembuat chip memori tersebut melampaui perkiraan Wall Street untuk pendapatan kuartalan, diuntungkan oleh lonjakan permintaan untuk chip memori yang digunakan dalam perangkat keras kecerdasan buatan.

Saham Lululemon melonjak 3,8% setelah hasil kuartalan perusahaan pembuat pakaian yoga tersebut. Pendiri Chip Wilson, yang sedang dalam perebutan kekuasaan dengan perusahaan, mengatakan keputusan direktur utama David Mussafer untuk keluar dari dewan direksi adalah "langkah ke arah yang benar", dan menegaskan kembali perlunya perombakan dewan direksi yang "substansial".

Saham Macy's melonjak 4,7% setelah jaringan toko serba ada tersebut mengatakan pihaknya memperkirakan dampak yang relatif lebih kecil dari tarif pada paruh kedua tahun ini dan melampaui perkiraan laba kuartalan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×