kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pasca IPO, Multi Spunindo (MSJA) akan Bangun Pabrik Baru, Investasi Rp 109 Miliar


Rabu, 10 Januari 2024 / 12:22 WIB
Pasca IPO, Multi Spunindo (MSJA) akan Bangun Pabrik Baru, Investasi Rp 109 Miliar
Direktur Utama Multi Spunindo Jaya (MSJA) Sasongko Basuki usai pencatatan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/1/2024).


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Initial Public Offering (IPO), pada Rabu (10/1), PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA) berencana melakukan ekspansi bisnis dengan membangun pabrik baru untuk lini produksi SAP Sheet yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Direktur Utama Multi Spunindo Jaya Sasongko Basuki mengatakan, pembangunan pabrik baru tersebut investasinya sekitar US$ 6 juta - US$ 7 juta atau setara dengan Rp 93,41 miliar - Rp 109,05 miliar. 
Adapun pembangunannya akan dimulai pada kuartal kedua 2024.

“Jadi, kemungkinan pembangunan pabrik baru itu bisa rampung di akhir dari kuartal keempat 2024,” ujar Sasongko usai seremoni pencatatan saham perdana (IPO) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (10/1).

Baca Juga: Banyak Diminati, IPO Multi Spunindo Jaya (MSJA) Oversubscribed 3,75 Kali

Sasongko menjelaskan, pabrik baru itu akan dibangun di land bank milik MSJA seluas 14.000 meter yang sudah disiapkan oleh perseroan. Sedangkan untuk kapasitasnya sebesar 20.000 ton. 

Dia mengatakan, untuk investasi teranyar, sebagian akan berasal dari hasil IPO, yakni maksimal Rp 26,47 miliar. Sementara pada 2024 sendiri, perseroan membidik pertumbuhan pendapatan sebesar 15% secara year to year (YoY). 

“Labanya mungkin akan linear ya dengan itu. Tapi kami juga akan melihat perkembangannya, karena kami lihat situasi di dunia ini, pada dasarnya agak kurang stabil,” kata dia. 

Dia menjelaskan, hal tersebut disebabkan  lantaran adanya perang di Timur Tengah sehingga biaya-biaya akan naik. Pasalnya, MSJA tak hanya bergerak di pasar domestik, tapi juga internasional. 

“Ekspor kami sudah menjangkau wilayah Eropa, Amerika, dan Asia Selatan,” kata dia. 

Meski begitu, Sasongko menegaskan bahwa pasar domestik masih mendominasi pangsa pasar perseroan. Menurutnya, permintaan secara domestik selama ini masih cukup kuat. 

Untuk diketahui, perusahaan produsen nonwoven PT Multi Spunindo Jaya Tbk ini menawarkan sebanyak 882,35 juta saham. Jumlah saham yang dilepas lewat IPO ini setara 15% dari modal disetor dan ditempatkan penuh setelah IPO.

Baca Juga: Multi Spunindo Jaya (MSJA) Resmi Melantai di BEI, Harga Sahamnya Naik 4%

Dengan harga penawaran Rp 300 per saham, emiten yang menggunakan kode saham MSJA ini berpotensi mengantongi dana segar Rp 264,7 miliar. 

Sekitar 40% dari dana IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha MJSA dalam bentuk belanja modal. Mulai dari pembangunan gedung hingga membeli mesin SAP Sheet. 

Sekitar 30% akan digunakan untuk bentuk modal kerja MJSA, seperti untuk pembiayaan kebutuhan operasional termasuk pembelian bahan baku hingga biaya marketing dan lainya. 

Terakhir, sekitar 30% akan digunakan untuk pembayaran seluruh dan sebagian pinjaman bank untuk fasilitas modal kerja kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMR) dan PT Bank UOB Indonesia. 

Dalam gelaran ini, Multi Spunindo Jaya menunjuk PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Reliance Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 

Multi Spunindo Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri nonwoven, secara business to business (B2B) dengan memproduksi produk nonwoven sheet yang kemudian digunakan sebagai salah satu bahan baku produk jadi di berbagai sektor, mulai dari sektor kesehatan, hingga sektor konstruksi dan agrikultur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×