kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Harga Emas Turun pada Kamis (19/3) Pagi, The Fed Ingatkan Ancaman Kenaikan Inflasi


Kamis, 19 Maret 2026 / 07:41 WIB
Harga Emas Turun pada Kamis (19/3) Pagi, The Fed Ingatkan Ancaman Kenaikan Inflasi
ILUSTRASI. Harga emas turun setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas turun pada perdagangan Kamis (19/3/2026) pagi. Mengutip Bloomberg, pukul 07.33 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.843,20 per ons troi, turun 1,08% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.896,20 per ons troi.

Harga emas turun setelah The Fed mempertahankan suku bunga acuannya, dan Ketua The Fed Jerome Powell mengingatkan bahwa kenaikan harga energi akan mendorong inflasi secara keseluruhan.

Mengutip Bloomberg, para pejabat The Fed mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan Maret 226 dan memperkirakan satu kali penurunan suku bunga tahun ini karena mereka mengakui meningkatnya ketidakpastian akibat perang di Timur Tengah.

Baca Juga: Harga Minyak Naik pada Kamis (19/3) Pagi Pasca Serangan Fasilitas Energi Timur Tengah

The Fed mengatakan bahwa mereka memperhatikan risiko dari kedua sisi mandate ganda mereka, yakni untuk memaksimalkan lapangan kerja serta menjaga inflasi tetap stabil.

"Powell agak menarik Kembali pernyataannya yang ternyata tidak sekeras yang dikhawatirkan, tetapi lebih focus pada mandat ganda yang menjaga suku bunga tetap ketat untuk jangka Waktu yang lebih lama,"  kat Nicky Shiels, kepala strategi logam di MKS PAMP SA seperti dikutip Bloomberg.

"Itu tidak membantu setelah penurunan yang jauh lebih besar sebelumnya hari ini yang telah merusak kepercayaan."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×