kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.807   4,00   0,02%
  • IDX 8.147   24,12   0,30%
  • KOMPAS100 1.146   9,03   0,79%
  • LQ45 833   9,07   1,10%
  • ISSI 287   -1,72   -0,60%
  • IDX30 433   3,38   0,79%
  • IDXHIDIV20 520   5,37   1,04%
  • IDX80 128   1,27   1,00%
  • IDXV30 142   0,85   0,61%
  • IDXQ30 140   0,75   0,54%

Morris Capital Jadi Pengendali, Multi Makmur (PIPA) Beralih ke Bisnis Migas dan Gas


Rabu, 04 Februari 2026 / 13:50 WIB
Morris Capital Jadi Pengendali, Multi Makmur (PIPA) Beralih ke Bisnis Migas dan Gas
ILUSTRASI. Pencatatan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) (KONTAN/Aris Nurjani)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) resmi bertransformasi dari perusahaan manufaktur pipa PVC menuju sektor minyak dan gas di bawah kendali pemegang saham baru, yaitu Morris Capital Indonesia. 

Sejalan dengan itu, PIPA telah melakukan perombakan struktur direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 26 Januari 2026. 

RUPSLB menyetujui pengunduran diri Imanuel Kevin Mayola dari jabatan direktur utama dan mengangkat Firrisky Ardi Nurtomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur, kini resmi diangkat menjadi direktur utama.

Baca Juga: Belajar Kasus PIPA, BEI Perketat Syarat Pencatatan Emiten dan Naikkan Standart

Selain itu, rapat juga menerima pengunduran diri Junaedi dari posisi Direktur dan mengangkat Noprian Fadli sebagai anggota Direksi yang baru. Komposisi ini berlaku hingga 30 Juli 2027.

Direktur Utama Multi Makmur Lemindo Firrisky Ardi Nurtomo optimistis PIPA bisa bertumbuh seiring dengan bisnis inti yang baru serta aset yang akan dimasukkan Morris Capital 

Indonesia ke dalam PIPA. Firrisky bilang terdapat beberapa fase yang akan dilalui, termasuk penguatan struktur permodalan, valuasi aset, serta kajian pajak yang dilakukan bersama pihak independen yang kompeten dan saat ini sedang berjalan. 

“Kami merencanakan investasi inti pada aset pengolahan minyak dan gas serta logistik, yang diharapkan menjadi sumber pendapatan utama jangka panjang dengan margin yang sangat baik,” jelasnya, Rabu (4/2). 

Dari sisi penguatan infrastruktur dan permodalan, kata Firrisky, PIPA tengah mempertimbangkan rencana aksi korporasi atau instrumen pendanaan lainnya untuk mendukung pengembangan aset logistik dan infrastruktur atau production plant di sektor minyak dan gas. 

Adapun pengambilalihan yang dilaksanakan pada tanggal 6 Oktober 2025 dan 10 Oktober 2025, harga pembelian rata-rata saham PIPA oleh Morris Capital sebesar Rp 10,60 per saham. 

Selanjutnya: Bursa Saham Australia Ditutup Menguat, Disokong Sektor Pertambangan & Perbankan

Menarik Dibaca: HP Poco X7 Pro: Edisi Iron Man, Baterai 6000mAh, Worth It?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×