Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Morgan Stanley mulai mengubah strategi pengelolaan dana obligasi daerah di Amerika Serikat dengan mengalihkan hampir US$10 miliar aset dari delapan reksadana obligasi daerah (municipal bond mutual funds) ke produk exchange-traded fund (ETF).
Langkah tersebut dilakukan melalui unit manajemen investasi Morgan Stanley yang berencana meluncurkan tujuh ETF baru untuk menampung sebagian besar aset dari delapan reksa dana tersebut. Satu reksadana lainnya akan digabungkan ke ETF yang sudah ada.
Perubahan ini dilakukan ketika reksadana obligasi daerah menghadapi tekanan arus keluar dana. Ketidakpastian arah suku bunga The Federal Reserve (The Fed) membuat harga obligasi lebih sensitif terhadap data inflasi dan kondisi ekonomi AS.
Ketika inflasi lebih tinggi dari perkiraan atau data ekonomi menunjukkan pertumbuhan yang kuat, pasar dapat memperkirakan suku bunga bertahan lebih tinggi atau penurunan suku bunga tertunda.
Baca Juga: Morgan Stanley Tambah 3,79 Miliar Saham GOTO, Beli di Harga Rp 23 per Saham
Kondisi tersebut biasanya menekan harga obligasi dan mendorong investor ritel menarik dana dari reksadana.
Di sisi lain, permintaan terhadap ETF obligasi daerah tetap kuat. Investor melihat ETF menawarkan fleksibilitas, transparansi, efisiensi pajak, serta akses terhadap strategi pengelolaan aktif di tengah kondisi pasar yang tidak pasti.
"Minat terhadap ETF municipal yang dikelola aktif terus meningkat," kata Ally Wallace, Global Head of ETFs Morgan Stanley Investment Management.
Menurut Morgan Stanley, konversi tersebut akan memperluas pilihan ETF obligasi daerah yang mencakup berbagai tingkat imbal hasil dan kualitas kredit. Dengan struktur ETF, investor juga memperoleh akses yang lebih transparan dan fleksibel.
Bagi Morgan Stanley, langkah ini juga menjadi strategi untuk mempertahankan aset nasabah. Konversi ke ETF memungkinkan perusahaan mengikuti perubahan preferensi investor yang semakin mempertimbangkan biaya dan fleksibilitas, sekaligus mengurangi risiko dana berpindah ke produk ETF pesaing dengan strategi serupa.
Baca Juga: Morgan Stanley Borong Saham GOTO di Harga Rp 25, Nilai Transaksinya Rp 547 Miliar
Delapan reksa dana yang akan dikonversi memiliki peringkat empat atau lima bintang dari Morningstar dan telah memiliki rekam jejak lebih dari 15 tahun.
Morgan Stanley Investment Management mulai mengembangkan bisnis ETF pada 2023. Dengan tambahan produk tersebut, portofolio ETF dan produk terkait Morgan Stanley akan mencapai 22 produk dengan total aset kelolaan lebih dari US$16 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














