kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Minyak terus menguat mendekati US$ 50 per barel


Senin, 12 Oktober 2015 / 09:44 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Yudho Winarto

NEW YORK. Minyak memperpanjang kenaikan mendekati U$ 50 per barel di tengah spekulasi kenaikan permintaan akan mengatasi melimpahnya stok global awal pekan ini, Senin (12/10). Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik sebanyak 29 sen ke level U$ 49,92 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara, pukul 11:37 siang waktu Sydney, harga kontrak yang sama berada level US$49,82 per barel. Pekan lalu, Jumat (9/10) harga minyak WTI naik 20 sen ke level U$ 49,63 setelah naik di atas U$ 50 pada perdagangan intraday.

Permintaan akan tumbuh dan suplai non-OPEC habis kontraknya, Abdalla Salem El-Badri, sekretaris jenderal Organisasi Negara Pengekspor Minyak, mengatakan pada konferensi di Kuwait City, Minggu. Harga telah turun dan ada tanda-tanda pemulihan pada tahun 2016, menurut Menteri Energi Qatar Mohammed Al Sada.

Minyak berfluktuasi di bawah U$ 50 per barel sejak merosot ke posisi terendah dalam enam tahun pada bulan Agustus dalam spekulasi surplus minyak mentah akan terus bertahan. OPEC terus memompa di atas target produksi kolektif sementara stok AS tetap sekitar 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun.

Sementara, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengiriman November berada 11 sen lebih tinggi pada  level U$ 52,76 per barel di London berbasis ICE Futures Europe exchange. Itu kehilangan 40 sen ke level U$ 52,65 pada hari Jumat (9/10). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×