kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Harga minyak naik, CAD berhasil menyeret dollar AS


Minggu, 11 Oktober 2015 / 13:43 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pergerakan mata uang dollar AS (USD) terus melemah setelah suku bunga The Fed diprediksi tidak akan naik tahun ini. USD pun akhirnya tunduk di depan canadian dollar (CAD) pada akhir pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Jumat (9/10) pairing USD/CAD melemah 0,55% ke level 1,2945. Putu Agus Pransuamitra, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures mengatakan, adanya potensi suku bunga The Fed ditahan tahun ini membuat mata uang USD tertekan.

Tak heran jika pasangan USD/CAD melemah di akhir pekan lalu. Apalagi, harga minyak juga sedang mengalami rebound sehingga mendukung kenaikan CAD. Maklum, CAD merupakan mata uang komoditas mengingat negara Kanada merupakan negara penghasil komoditas.

Data import prices AS bulan September 2015 yang naik menjadi minus 0,1% dibandingkan sebelumnya minus 1,6% pun tak mampu mengangkat USD di depan CAD.

Pidato Gubernur Bank Central Kanada pada Minggu dini hari menurut Putu akan menjadi sentimen pergerakan pasangan mata uang USD/CAD di awal pekan ini. "Jika dalam pidatonya Gubernur Bank Sentral Kanada menyinggung masalah ekonomi pasti akan mempengaruhi pergerakan CAD," ujarnya.

Secara teknikal, Putu melihat pasangan USD/CAD masih akan melanjutkan pelemahan di awal pekan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×