kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Minyak Menguat, Emas Turun: Begini Tips Investor Ritel di Tengah Ketegangan Global


Kamis, 26 Maret 2026 / 23:45 WIB
Minyak Menguat, Emas Turun: Begini Tips Investor Ritel di Tengah Ketegangan Global
ILUSTRASI. Minyak WTI dan Brent melesat, emas spot justru turun tajam. Analis ungkap alasan di balik pergerakan harga yang berlawanan ini. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga komoditas utama, minyak mentah dan emas, kembali menunjukkan arah yang berlawanan pada perdagangan Kamis (26/3/2026), di tengah ketegangan geopolitik global. Sementara harga minyak mentah menguat, emas justru mengalami pelemahan.

Berdasarkan data Trading Economics per Kamis pukul 15.46 WIB, harga minyak mentah jenis WTI naik 3,80% menjadi US$ 93,71 per barel, sedangkan minyak jenis Brent menguat 3,56% menjadi US$ 105,86 per barel. Kenaikan ini didorong kekhawatiran pasar terkait pasokan minyak akibat ketidakpastian geopolitik.

Sebaliknya, harga emas di pasar spot turun 2,23% menjadi US$ 4.426 per ons troi, menunjukkan aksi ambil untung di tengah gejolak pasar. Di pasar domestik, harga emas batangan bersertifikat PT Aneka Tambang (ANTM) bertahan di level Rp 2.850.000 per gram, tidak berubah dibanding perdagangan Rabu (25/3), meski harga buyback turun Rp 17.000.

Baca Juga: Wall Street Turun, Investor Waspadai Konflik Iran dan Ketidakpastian Hormuz

Melihat kondisi pasar yang volatil, analis komoditas dan founder Traderindo.com, Wahyu Laksono, menyarankan investor ritel untuk menerapkan strategi dollar cost averaging (DCA).

"Melakukan akumulasi pembelian secara bertahap daripada mencoba melakukan market timing yang berisiko tinggi," kata Wahyu kepada Kontan, Kamis (26/3).

Selain itu, Wahyu menekankan pentingnya rebalancing portofolio dengan menjaga keseimbangan antara aset aman seperti emas dan aset komoditas produktif, misalnya saham energi atau minyak, agar tetap sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.

Ia juga mengingatkan bahwa bagi investor yang bertransaksi di instrumen derivatif, penggunaan leverage sebaiknya dibatasi, karena volatilitas yang tinggi berpotensi memicu margin call secara cepat.

Baca Juga: Kripto Berbalik Melemah, Ini Proyeksi Harga Pekan Depan

Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menambahkan, investor perlu tetap disiplin dalam diversifikasi portofolio dan memanfaatkan momentum volatilitas untuk mengakumulasikan aset secara strategis.

Dengan strategi yang tepat, investor ritel dapat mengelola risiko sekaligus memanfaatkan peluang di tengah fluktuasi harga minyak dan emas akibat ketegangan geopolitik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×