kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Minyak kian menanjak, harga CPO melonjak hingga 1%


Senin, 07 Maret 2011 / 13:51 WIB
ILUSTRASI. HK Realtindo (HKR) meramaikan acara Indonesia Property Expo (IPEX) 2019.


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit alias CPO menguat hari ini, dan melanjutkan relinya yang berlangsung sejak sepekan kemarin.

Pagi tadi, CPO untuk kontrak pengiriman Mei di bursa berjangka Malaysia (MDE) sempat naik 1% ke RM 3.697 atau setara US$ 1.220 per ton. Adapun, per pukul 13.39 WIB, harganya diperdagangkan di RM 3.692 (US$ 1.217,48) per ton, atau naik 0,66% dari penutupan kemarin di RM 3.660 (US$ 1.209,52) per ton.

Pekan lalu, minyak sawit pun sudah melaju hingga 4,1%.

Laju harga minyak sawit masih terpicu lonjakan harga minyak mentah dan kedelai dunia. Pertikaian di Libya dan kerusuhan di negara-negara Timur Tengah menimbulkan kecemasan kalau gangguan suplai bakal semakin meluas.

Minyak mentah sudah diperdagangkan di level tertinggi dalam 29 bulan di pasar New York. Sementara, harga kedelai berjangka untuk pengiriman Mei juga naik 2,8% pada pekan lalu, karena kecemasan cuaca buruk di Brazil akan memangkas hasil panen.

Minyak sawit dan minyak kedelai merupakan barang substitusi yang digunakan dalam bahan makanan dan bahan bakar. Harganya bisa dipengaruhi oleh pergeseran biaya untuk energi.

Selain itu, pedagang minyak sawit juga menunggu petunjuk arah harga dari hasil konferensi industri di Kuala Lumpur, besok. "Kenaikan harga pangan, kekhawatiran terhadap permintaan yang diperparah dengan ketegangan di Timur Tengah, dan peningkatan pasokan minyak nabati global mungkin menjadi fokus dalam acara ini," kata Ker Chung Yang, analis Phillip Futures Pte, hari ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×