kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Minyak bertahan di dekat level tertinggi 15 bulan


Selasa, 11 Oktober 2016 / 15:43 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

LONDON. Minyak bertahan mendekati level tertinggi hampir 15 bulan terakhir. Pemetiknya antara lain kesediaan Rusia dan Arab Saudi bekerjasama untuk membatasi output.

Mengutip Bloomberg, Selasa (11/10), minyak West Texas Intermediate (WTI) pengiriman November diperdagangkan di US$ 51,33 per barel, turun 2 sen, di New York Mercantile Exchange pada 08:56 waktu London. Harga minyak WTI naik US$ 1,54 ke level US$ 51,35 per barel pada hari Senin, penutupan tertinggi sejak 15 Juli 2015.

Sedangkan, minyak Brent untuk pengiriman Desember berada di US$ 53,09 per barel, turun 5 sen, di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak minyak ini naik US$ 1,21, atau 2,3 ​​%, ke US$ 53,14 per barel pada hari Senin, penutupan tertinggi sejak 31 Agustus 2015.

Asal tahu saja, Rusia bersedia untuk bergabung dengan upaya OPEC untuk menstabilkan pasar, baik pembekuan atau bahkan pemangkasan minyak.

Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih mengatakan negara-negara lain siap untuk bekerja sama dan dia optimis akan ada kesepakatan. Pasokan dan permintaan bisa kembali ke keseimbangan awal dari yang diharapkan tahun depan jika kesepakatan OPEC untuk mengekang output dilaksanakan, kata Badan Energi Internasional.

Minyak telah naik hampir 15 % sejak OPEC sementara setuju bulan lalu untuk mengurangi produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. Rencananya pekan ini, anggota OPEC akan bertemu di Istanbul untuk membicarakan pelaksanaan kesepakatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×