kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Meski BSI Sempat Alami Gangguan, Prospek Saham Perbankan Dinilai Masih Bagus


Minggu, 14 Mei 2023 / 22:15 WIB


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca gangguan yang dialami oleh Bank Syariah Indonesia (BSI), hari ini sejumlah nasabah mengeluhkan layanan mobile banking milik PT Bank Central Asia (BCA) yang alami gangguan pada Minggu (14/5). Terkait hal ini, manajemen BCA telah buka suara dimana hal tersebut merupakan proses stabilisasi setelah pemeliharaan sistem selesai dilakukan.

Sejalan dengan itu, analis saham dari BCA Sekuritas Achmad Yaki menilai para bank ke depannya akan semakin berupaya untuk meningkatkan sistem keamanannya dan mengadopsi teknologi yang lebih handal.

"Justru setelah kasus BSI ini, perusahaan bank lainnya (termasuk BCA) akan lebih aware terhadap sistem IT mereka terutama mobile banking-nya," katanya kepada Kontan, Minggu (14/5).

Sementara itu terkait dengan arah saham selama sepekan terkahir, Achmad mengatakan pergerakan seminggu terakhir cenderung sideways dan koreksi. Pergerakan saham ini nampaknya masih cenderung konsolidasi atau dengan kata lain ada indikasi untuk mencari pergerakan harga baru.

Baca Juga: Meski Layanan IT Sempat Bermasalah Pekan Lalu, Saham BSI (BRIS) Masih Menguat

Achmad mengatakan meski dengan berbagai dinamika yang ada, prospek saham perbankan masih cukup bagus ke depannya.

"Prospeknya masih cukup bagus baik itu bank konvensional atau syariah. Pemulihan ekonomi berpotensi meningkatkan loan disbursement," katanya.

Seiring dengan prospek tersebut, untuk investasi jangka panjang Achmad masih merekomendasikan saham dari 4 bank besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Sementara itu untuk investasi di level bank menengah, Achmad merekomendasikan untuk mempertimbangkan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×