kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.781   47,00   0,27%
  • IDX 6.211   -44,00   -0,70%
  • KOMPAS100 827   -4,38   -0,53%
  • LQ45 626   1,61   0,26%
  • ISSI 212   -0,83   -0,39%
  • IDX30 355   0,77   0,22%
  • IDXHIDIV20 436   0,80   0,18%
  • IDX80 94   0,02   0,02%
  • IDXV30 115   -0,80   -0,69%
  • IDXQ30 115   0,82   0,72%

Merger Indo Farma dan Kimia Farma mandek


Rabu, 10 April 2013 / 20:23 WIB
ILUSTRASI. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Merger antara PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indo Farma Tbk (INAF) ternyata masih menemukan hambatan. Saat ini, kedua direksi perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan ini belum menemukan kesepakatan soal merger.

Menurut Direktur Keuangan KAEF Arief Budiman bilang, direksi PT Kimia Farma belum menemukan kata sepakat dengan direksi PT Indo Farma (INAF), walaupun pihaknya mendukung penggabungan kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

"Masalah merger masih berhimpitan, sehingga belum bisa terlaksana," kata Arief di Jakarta pada Rabu (10/4). Sayangnya, Arief tidak menjelaskan lebih jauh maksud dari kata berhimpitan yang dibilang tersebut.

Arief hanya bilang, dalam surat Kementerian Kordinator Perekonomian tahun 2012, sudah diputuskan bahwa Indo Farma diserahkan ke Kimia Farma. Itu berarti, Indo Farma menjadi anak usaha dari Kimia Farma.

Menurut Arief, jika merger bisa dilakukan, maka perusahaan akan melakukan right issues sebesar 30%. "Kami harus mendapatkan persetujuan dari pemegang saham (Kementerian BUMN). Tapi September (2012), kami sudah memberi bahan kajian ke pemegang saham. Kami tidak bisa lakukan sendiri," terang Arief.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×