kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Menimbang Potensi Calon Kandidat Pimpinan Bursa Efek Indonesia


Minggu, 01 Februari 2026 / 16:41 WIB
Menimbang Potensi Calon Kandidat Pimpinan Bursa Efek Indonesia
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencari sosok pemimpin baru pasca mundurnya Iman Rachman dari jabatannya.(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencari sosok pemimpin baru pasca mundurnya Iman Rachman dari jabatannya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tekanan yang terjadi dalam dua hari terakhir.  

“Sebagai bentuk tanggung jawab apa yang terjadi dua hari ini, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai direktur utama BEI,” kata Iman di press room BEI, Jumat (30/1/2026). 

Menurutnya, keputusan yang diambil merupakan langkah yang terbaik untuk pasar modal. Dia berharap dengan pengunduran dirinya, pasar modal Indonesia akan menjadi lebih baik. 

Baca Juga: BEI dan OJK Bakal Ketemu MSCI Secara Daring pada Senin (2/2)

Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa pihaknya akan mengumumkan pejabat sementara (Pjs) direktur utama pada Senin (2/2/2026) besok.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik mengonfirmasi, bahwa Pjs Dirut BEI akan diumumkan pada Senin (2/2/2026) sebelum pembukaan pasar saham.

“Iya, ditunggu,” katanya saat ditemui di Wisma Danantara, Sabtu (31/1/2026).

Jeffrey memastikan Pjs Dirut BEI akan berasal dari internal. 

Jeffrey juga akan mengatakan, ia akan mewakili Bursa untuk bertemu dengan MSCI pada Senin esok.

Baca Juga: Daftar Direktur BEI & Bos OJK Mengundurkan Diri Usai IHSG Anjlok 10%

“Pertemuan secara online. Saya akan mewakili Bursa Efek Indonesia untuk ketemu dengan petinggi MSCI. Dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga akan ikut,” ungkapnya.

Bursa menegaskan akan meyakinkan indeks provider global bahwa Indonesia  punya komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola. 

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak mengonfirmasi secara jelas kejelasan terkait kemungkinan penunjukan Jeffrey sebagai Pjs Dirut BEI. 

Pada awalnya, Purbaya mengiyakan ketika ditanya apakah Jeffrey akan menjadi  Pjs Dirut BEI. Namun, akhirnya dia mengaku tidak terlalu mengerti perihal peraturan penunjukannya. 

“Kayaknya sekarang Pjs, nanti sebentar lagi, Senin, akan dijadikan. Saya tidak mengerti, nanti saya salah bicara. Tanya mereka saja,” katanya saat ditemui di kesempatan yang sama.

Baca Juga: Banggar DPR Ikut Soroti Mundurnya Pejabat OJK dan BEI

Selain itu, nama Kartika Wirjoatmodjo juga santer disebut-sebut menjadi BEI 1.

Pengamat pasar modal sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Budi Frensidy mengatakan, nama Kartika Wirjoatmodjo hingga Pahala Mansury layak dan bisa diterima pasar. Namun, dia tak berkomentar terkait penunjukkan Jeffrey sebagai Pjs Dirut BEI.

Untuk saat ini, ada baiknya tokoh eksternal dipilih untuk menjadi direktur utama BEI. Sebab, pihak internal dianggap tak memiliki kapabilitas karena hasil kerjanya tak terlalu terlihat dalam merespons permintaan MSCI.

“Mereka juga sudah membuat banyak aturan yang tidak bersahabat, seperti FCA, suspensi, dan ETD,” ujarnya kepada Kontan, Minggu (1/2/2026).

Sebaliknya, Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat melihat, tokoh internal lebih baik dipilih untuk menjadi dirut BEI. Ini lantaran semua jajaran direksi BEI saat ini merupakan tokoh profesional.

“Meskipun titelnya dirut, tetapi masih mengurus teknis operasional. Dan ini bagus. Sebagai profesional, pemilihan Jeffrey bisa melanjutkan tren itu meskipun itu pilihan yang tepat atau tidak,” ungkapnya kepada Kontan, Minggu.

Ke depan, Teguh menegaskan bos baru BEI setidaknya harus mampu memenuhi apa yang diminta oleh MSCI. 

“Namun, hal itu baru bisa dilakukan dengan kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya.

Selanjutnya: Zurich Syariah Nilai Potensi Penurunan Suku Bunga BI Berdampak Positif bagi SBSN

Menarik Dibaca: Harga emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian hari ini Minggu (1/2/2026) Kompak Turun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×