Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan bertemu dengan MSCI secara daring pada Senin (2/2) esok.
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik mengaku akan mewakili Bursa untuk bertemu dengan MSCI pada Senin esok.
“Pertemuan secara online. Saya akan mewakili Bursa Efek Indonesia untuk ketemu dengan petinggi MSCI. Dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga akan ikut,” katanya saat ditemui di Wisma Danantara, Sabtu (31/1).
Bursa menegaskan akan meyakinkan indeks provider global bahwa Indonesia punya komitmen untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola.
Baca Juga: Petinggi BCA (BBCA) Tambah 300.000 Saham, Apa Tujuannya?
Di sisi lain, Jeffrey mengatakan, Pjs Dirut BEI sudah akan diumumkan pada Senin sebelum pembukaan pasar saham.
“Iya, ditunggu,” katanya. Jeffrey pun memastikan Pjs Dirut BEI akan berasal dari internal.
Friderica Widyasari Dewi selaku Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan, OJK masih akan berkantor di bursa.
“Pertemuan secara daring (dengan MSCI),” katanya saat ditemui dalam kesempatan yang sama.
Asal tahu saja, MSCI mengumumkan keputusan untuk menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks.
Dalam pengumumannya, MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas.
“Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna,” tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) malam.
Jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, Bursa RI terancam bakal turun peringkat dari Emerging Market menjadi Frontier Market. Jika ini terjadi, posisi Indonesia akan sejajar dengan Vietnam dan Filipina.
Baik dari OJK dan BEI mengaku akan memperbaiki aturan agar sesuai dengan poin permintaan MSCI.
Baca Juga: BEI Akan Umumkan Nama Pjs Dirut pada Hari Senin (2/2)
Selanjutnya: BEI Akan Umumkan Nama Pjs Dirut pada Hari Senin (2/2)
Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026: 6 Wakil Indonesia ke Final, Segel 2 Gelar Juara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













