Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Gejolak pasar modal menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 10 persen. Banyak pejabat di lingkungan pengelola dan pengawas pasar modal Indonesia mengundurkan diri.
Lima pejabat penting di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mengundurkan diri pada Jumat (30/1/2026), menyusul gejolak hebat di pasar modal Indonesia yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir.
Pengunduran diri diawali oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman pada Jumat pagi. Ia menyatakan langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas tekanan pasar yang memicu penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) dua hari berturut-turut.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia menyatakan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas peristiwa dua hari kemarin,” ujar Iman dalam keterangannya. Ia berharap keputusan tersebut dapat membantu memulihkan kepercayaan pelaku pasar dan menjaga stabilitas bursa ke depan.
Baca Juga: Investor Pasar Modal Tembus 21 Juta per Akhir Januari 2026
Pimpinan OJK Menyusul Mundur
Malam harinya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengumumkan pengunduran diri bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi dan Deputi Komisioner Pengawas Emiten OJK I. B. Aditya Jayaantara. Beberapa jam kemudian, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara juga menyampaikan pengunduran diri secara terpisah.
OJK menegaskan, pengunduran diri para pimpinan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan tidak mengganggu pelaksanaan tugas, fungsi, maupun kewenangan lembaga. Proses pengisian jabatan akan dilakukan sesuai ketentuan guna memastikan kesinambungan pengawasan industri jasa keuangan.
Tonton: Jarang Tidur Nyenyak? Risiko Serangan Jantung dan Stroke Mengintai
Kronologi IHSG Anjlok dan Trading Halt
Tekanan pasar bermula pada Rabu (28/1/2026) setelah MSCI menunda rebalancing indeks saham Indonesia. Penundaan ini terkait sorotan terhadap konsentrasi kepemilikan saham dan potensi manipulasi harga.
IHSG sempat anjlok hingga 8 persen dalam waktu singkat, memaksa BEI menghentikan sementara perdagangan saham. Pada penutupan Rabu, IHSG melemah 7,35 persen ke level 8.320,56. Tekanan berlanjut pada Kamis (29/1/2026), saat IHSG turun hingga 10,04 persen sebelum akhirnya ditutup di 8.232,20.
Pada Jumat (30/1/2026), IHSG mulai menunjukkan pemulihan dengan ditutup menguat 1,18 persen ke level 8.329,60, meski sempat kembali tertekan pasca pengumuman pengunduran diri pejabat BEI.
Tonton: Kekayaan Prajogo Pangestu Menyusut Rp 60,34 Triliun saat IHSG Anjlok
Pemerintah Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
Menanggapi gejolak tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan fundamental perekonomian Indonesia tetap solid. Menurutnya, tekanan di pasar saham bersifat sementara dan tidak mencerminkan kondisi ekonomi nasional maupun kualitas emiten secara keseluruhan.
“Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar modal melalui langkah strategis dan terukur,” kata Airlangga.
Langkah yang disiapkan pemerintah antara lain percepatan demutualisasi BEI, peningkatan batas minimum free float emiten besar dari 7,5 persen menjadi 15 persen, serta penguatan transparansi dan pengawasan pasar modal.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penguatan basis investor domestik dengan menaikkan porsi investasi dana pensiun dan asuransi pada saham berkualitas hingga 20 persen. Kebijakan ini sejalan dengan upaya Indonesia menuju keanggotaan OECD dan penerapan praktik terbaik internasional.
Tonton: Makin Mesra, Trump Pajang Foto Dirinya dan Putin di Gedung Putih
Momentum Reformasi Pasar Modal
Penundaan rebalancing MSCI hingga Mei 2026 memberi ruang evaluasi bagi pasar modal Indonesia. Pemerintah dan OJK memandang situasi ini sebagai momentum untuk mempercepat reformasi struktural demi menciptakan pasar yang lebih sehat, kompetitif, dan berintegritas.
“Kepercayaan investor adalah aset paling berharga. Transparansi dan komitmen pada standar internasional menjadi kunci pemulihan pasar,” pungkas Airlangga.
Sumber: https://money.kompas.com/read/2026/01/31/095135226/deretan-pejabat-yang-mundur-usai-ihsg-anjlok-dari-dirut-bei-hingga-ketua-ojk?page=all#page2.
Selanjutnya: Investor Pasar Modal Tembus 21 Juta per Akhir Januari 2026
Menarik Dibaca: Aset Kripto Ini Bertahan di Puncak Kripto Top Gainers saat Pasar Rontok
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













