kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Mengulik prospek Indofarma (INAF) setelah jalin kerjasama dengan perusahaan Korea


Minggu, 29 September 2019 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Penjualan Indofarma tumbuh


Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Sepanjang September 2019, emiten farmasi pelat merah PT Indofarma Tbk (INAF) sudah dua kali meneken Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) dengan perusahaan alat kesehatan asal Korea Selatan.

MOU pertama ditandatangani pada 9 September 2019 dengan Korean Medical Devices Support Center (KMD Indonesia). Kerjasama ini dilakukan untuk menjajaki kemitraan untuk produk Electromedical Equipment.

Baca Juga: Menanti Holding Farmasi, KAEF dan PEHA Sudah Siapkan Strategi Bisnis

INAF ditunjuk sebagai pihak yang akan merakit, memproduksi, dan memasarkan alat kesehatannya di Indonesia. Kemudian INAF juga dipercaya untuk melokalisasi produk ini.

Ada 6 produk yang akan dipasarkan INAF di antaranya biopsy kanker payudara, injector filling anti aging, body composition analyser, dan lainnya.

Nota kesepahaman kedua dilaksanakan pada 24 September 2019 dengan PT InBody Corp Indonesia yang merupakan perusahaan perwakilan InBody Co.Ltd yang fokus memproduksi alat kesehatan penganalisa komposisi tubuh.

Dalam kerjasama ini, INAF didapuk sebagai pihak yang akan memasarkan dan mendistribusikan produk Bio Impedance Analysis  (BIA) di Indonesia.

Direktur Keuangan dan Human Capital Indofarma, Herry Triyatno menjelaskan secara rinci Bioelectrical Impedance Analisis (BIA) adalah alat yang digunakan untuk mengukur komposisi tubuh dan bisa digunakan untuk keperluan medis maupun non-medis.

Baca Juga: Emiten BUMN Mewaspadai Risiko Utang

“Alat ini merupakan evolusi dari timbangan berat badan yang bekerja sebagai elektroda atau sinyal listrik pada tubuh sehingga mampu menilai massa otot, lemak tubuh, kadar air tubuh, lemak dalam organ, Basal Metabolic Rate (BMR) dan massa tulang dapat diketahui,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Jumat (29/9).




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×