kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Menebak nasib rupiah di awal tahun 2018


Senin, 01 Januari 2018 / 20:48 WIB


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Mengawal tahun 2018, rupiah diperkirakan akan melanjutkan penguatannya. Walau sentimen pergerakan masih minim lantaran iklim libur, namun data internal, yakni data inflasi yang akan rilis Selasa (2/1) besok, akan jadi sorotan pasar.

Rupiah di pengujung tahun 2017 pada Jumat (29/12) ditutup menguat 0,1% ke level Rp 13.550 per dollar di pasar spot. Sama, di kurs tengah Bank Indonesia, rupiah juga menguat 0,09% ke Rp 13.548 per dollar.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Putri jelaskan sama dengan penutupan rupiah di tahun 2017 yang kuat, iklim libur membuat pasar sepi dan rupiah jadi menguat.

"Untuk besok karena setelah hari pertama dari liburan, potensinya akan terpengaruh faktor domestik yaitu data inflasi dalam negeri," jelas Reny pada Kontan, Senin (1/1)

Data inflasi esok, Reny perkirakan akan berada dalam rentang 3,3%-3,5%. Sedangkan untuk katalis global, data manufaktur Amerika Serikat yang akan rilis esok bisa mempengaruhi sentimen dollar AS.

Namun untuk pergerakan esok, karena masih mengikuti iklim libur dan inflasi yang terkendali, Reny perkirakan rupiah akan menguat ke kisaran Rp 13.550 - Rp 13.575 per dollar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×