Reporter: Yuliana Hema | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan mengakhiri perdagangan Jumat (14/8/2026) di zona hijau setelah sempat bergerak melemah pada sesi pertama. Penguatan tersebut terjadi di tengah perhatian investor terhadap hasil rebalancing indeks MSCI dan sejumlah sentimen ekonomi global.
IHSG menutup perdagangan Jumat (14/8/2026) dengan menguat 1,59% ke level 6.401,89. Meski demikian, investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp 1,03 triliun. Dalam sepekan terakhir, IHSG tercatat menguat tipis sekitar 0,92%.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, sejumlah data ekonomi yang dirilis sepanjang pekan ini sebenarnya memberikan dukungan terhadap pergerakan pasar saham. Namun, hasil rebalancing MSCI menjadi salah satu sentimen yang membatasi penguatan IHSG.
“Namun pada kenyataannya MSCI yang mengeluarkan banyak saham Indonesia menjadi salah satu sentimen negatif,” katanya kepada Kontan, Jumat (14/8/2026).
Dalam pengumuman yang dirilis pada 12 Agustus 2025, lembaga rating atas Amerika Serikat (AS) mengeluarkan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dari MSCI Global Standard Indexes.
Baca Juga: Prabowo Janjikan Arah Ekonomi Lebih Jelas, Pelaku Pasar Masih Tunggu Eksekusi
Selain faktor MSCI, Nico menilai pidato kenegaraan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto turut memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Selain itu, kata Nico, pidato kenegaraan yang dibawakan Presiden Prabowo Subianto sudah sudah sangat baik adanya, sehingga menjadi salah satu sentimen positif bagi pergerakan pasar.
Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menambahkan, meskipun pasar saham Indonesia masih berada dalam kategori Emerging Market, status freeze atau pembekuan oleh MSCI menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya outflow.
“Sentimen juga datang dari rilis data Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) AS yag lebih rendah dari konsensus sehingga meningkatkan ekspektasi akan adanya pemangkasan suku bunga The Fed,” jelasnya.
Herditya mengatakan, konflik geopolitik di Timur Tengah yang masih berada dalam tahap kesepakatan perdamaian juga menjadi perhatian investor sepanjang pekan ini. Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Dari sisi teknikal, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa pergerakan IHSG masih menunjukkan fase bullish consolidation selama indeks mampu diperdagangkan di atas MA20.
Baca Juga: Harga Emas Berpotensi Koreksi Pekan Depan, Cermati Level US$ 4.220
Dia bilang berdasarkan indikator, MA20&60 berada dalam fase bullish crossover, sementara RSI berpotensi membentuk pola golden cross. Meskipun demikian, indikator Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, didukung penurunan volume.
“Pergerakan IHSG dipengaruhi oleh ekspektasi positif para pelaku investor khususnya terhadap Pidato Presiden Prabowo, tetapi penguatan masih terbatas karena para investor masih mencermati dampak MSCI,” ucap Nafan.
Untuk pekan depan, Nafan berpendapat investor dapat mengakumulasi saham dengan fundamental solid. Fokus investasi dapat diarahkan pada saham dengan valuasi murah serta saham yang telah menunjukkan indikasi pembalikan tren.
Dengan demikian, meski IHSG berhasil menguat pada akhir pekan, pelaku pasar masih perlu mencermati sejumlah faktor, mulai dari dampak rebalancing MSCI, arah kebijakan The Fed, perkembangan geopolitik global hingga sentimen dari kebijakan fiskal pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
