kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Melemah 1,26%, rupiah berpeluang tertekan hingga pekan depan


Jumat, 02 Agustus 2019 / 17:48 WIB


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS masih terjadi di akhir pekan. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/8), rupiah spot melemah 0,49% ke Rp 14.185 per dolar AS. Dalam sepekan, nilai tukar rupiah melemah 1,26%.

Sementara kurs referensi Bank Indonesia dalam Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) hari ini melemah 0,74% ke Rp 14.203 per dolar AS. Dalam sepekan, Jisdor melemah 1,44%. Pelemahan ini diprediksi masih akan berlanjut di pekan depan.

Baca Juga: LPEM UI proyeksikan PDB kuartal II 2019 tumbuh 5,1%

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah selama sepekan ini tertekan oleh faktor eksternal terkait keputusan Federal Reserve (The Fed) yang memangkas suku bunga sebesar 25 bps. Ia berpendapat pemangkasan suku bunga ini memberi sinyal bahwa perekonomian AS masih optimistis bagus.

Selain itu, Josua juga berpendapat rupiah semakin tertekan dengan perkembangan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Setelah tidak ada kesepakatan antara kedua negara di pertemuan Shanghai, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan bahwa AS akan mengenakan tarif baru untuk produk dari China sebesar 10%.

Baca Juga: Ancaman tarif Trump membuat dolar keok, investor memburu aset safe haven

"Efek dari implementasi tarif baru terhadap produk Tiongkok akan berdampak pada perlambatan ekonomi Tiongkok dan pada akhirnya mempengaruhi juga mitra dagang Tiongkok, terutama negara-negara di Asia," jelas Josua.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×