Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali melemah di pasar spot pada perdagangan Rabu (11/3).
Melansir data Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,14% ke level Rp 16.886 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2026).
Berbeda arah, rupiah JISDOR Bank Indonesia (BI) justru menguat 0,07% menjadi Rp 16.867 per dolar AS, dibandingkan penutupan hari sebelumnya Rp 16.879 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik global yang membuat sentimen investor berubah-ubah.
Baca Juga: Ketegangan Geopolitik Picu Volatilitas Pasar Kripto
“Rupiah ditutup melemah oleh ketidakpastian seputar perang di Timur Tengah yang membuat sentimen investor ikut berubah-ubah,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (11/3/2026).
Ia menjelaskan, dolar AS kembali menguat seiring eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz.
Ketegangan meningkat setelah terjadi insiden kapal kargo yang terkena proyektil serta operasi militer AS yang menenggelamkan kapal-kapal penyebar ranjau milik Iran.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS.
Untuk perdagangan Kamis (12/3), Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi oleh perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
Selain itu, pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat, terutama data inflasi yang akan diumumkan malam ini.
Data tersebut dinilai dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, sehingga turut berdampak pada pergerakan dolar dan mata uang global.
Dengan begitu, Lukman memproyeksikan rupiah pada Kamis (12/3) akan bergerak dalam kisaran Rp 16.800 hingga Rp 16.950 per dolar AS.
Baca Juga: RMKE Gandeng Pendopo Energi Batubara Kembangkan Logistik Tambang di Sumsel
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












