Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot kembali melemah hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (4/3/2026), rupiah ditutup melemah ke Rp 16.892 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ini membuat rupiah melemah 0,12% dibanding penutupan hari sebelumnya di Rp 16.972 per dolar AS. Hingga tengah hari ini pun, rupiah terus melemah bahkan sempat ke level Rp 16.937 per dolar AS.
Sejalan dengan itu, rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga mencatatkan pelemahan 0,24% menjadi Rp 16.911 dari hari sebelumnya Rp 16.870 per dolar AS.
Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, pelemahan rupiah terutama dipicu oleh sentimen risk-off global yang masih kuat. Kondisi ini tercermin dari aksi jual besar-besaran di pasar saham Asia.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.892 Per Dolar AS Hari Ini (4/3), Asia Bervariasi
“Rupiah masih tertekan sentimen risk-off yang kuat dengan sell-off besar-besaran di pasar ekuitas Asia. Bukan hanya rupiah, mata uang lainnya pun sama,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (4/3/2026).
Adapun penurunan outlook Indonesia oleh Fitch juga turut menjadi sentimen negatif bagi rupiah. Namun, Lukman menilai dampaknya relatif terbatas karena pasar sudah mengantisipasi langkah tersebut.
“Iya pasti berpengaruh, namun itu sebenarnya sudah diantisipasi karena biasanya trio credit rating besar Moody’s, Fitch, dan S&P saling sejalan,” jelasnya.
Baca Juga: Outlook Negatif Fitch jadi Sorotan, Rupiah Kian Melemah Dekati Rp 17.000
Melihat kondisi saat ini, Lukman memperkirakan sentimen pergerakan rupiah esok hari masih akan tertuju pada gejolak global.
“Meskipun terdapat data ekonomi penting dari AS seperti ISM Services Purchasing Managers’ Index (PMI), perhatian pelaku pasar saat ini lebih tertuju pada perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan tersebut mendorong investor cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven,”
Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 16.850 - Rp 17.000 per dolar AS pada Kamis (5/3).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












