Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Noverius Laoli
Pada tahun buku 2026, BSDE menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. Dana tersebut terutama akan dialokasikan untuk pengembangan kawasan BSD City Phase 3.
Hal ini memperkuat prospek pertumbuhan BSDE yang berbasis pada pengembangan township.
Melihat sisi kinerja keuangan, pendapatan usaha BSDE tercatat Rp 12,78 triliun per 2025, turun 7,3% dari Rp 13,79 triliun di tahun sebelumnya.
Baca Juga: Luncurkan Kluster Hunian Baru, Simak Rekomendasi Saham Bumi Serpong Damai (BSDE)
BSDE pun mengantongi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih menjadi Rp 2,54 triliun di 2025. Ini turun 41,6% dari Rp 4,35 triliun di tahun 2024.
Steven bilang penurunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya beban bunga serta tingginya basis laba tahun 2024 yang sebelumnya didorong oleh keuntungan satu kali (one-off) dari akuisisi PT Suryamas Dutamakmur Tbk. (SMDM).
Dengan begitu, Steven memperkirakan pendapatan Perseroan mencapai sekitar Rp 13,0 triliun pada 2026, sedikit meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang sebesar Rp 12,8 triliun.
Sejalan dengan itu, laba bersih BSDE juga diproyeksikan naik menjadi sekitar Rp 2,69 triliun pada 2026, dibandingkan estimasi Rp 2,54 triliun pada 2025.
Baca Juga: Bumi Serpong Damai (BSDE) Bayar Kupon Surat Utang pada Awal 2026
Berdasarkan faktor di atas, Steven memberikan rekomendasi buy saham BSDE dengan target harga Rp 1.000 per saham. Kemudian Thoriq merekomendasikan buy on weakness dengan target Rp 780 per saham.
Ada pun Analis Maybank Sekuritas Indonesia Kevin Halim juga merekomendasikan buy saham BSDE dengan target Rp 1.050 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













