kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.598.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.761   68,00   0,38%
  • IDX 6.462   25,58   0,40%
  • KOMPAS100 852   2,28   0,27%
  • LQ45 648   1,42   0,22%
  • ISSI 224   1,27   0,57%
  • IDX30 360   1,29   0,36%
  • IDXHIDIV20 450   2,37   0,53%
  • IDX80 97   0,26   0,27%
  • IDXV30 124   0,43   0,35%
  • IDXQ30 116   0,50   0,43%

Low Tuck Kwong dan Putrinya Teken Perjanjian Jual Beli Saham BYAN ke Jhonlin Baratama


Kamis, 17 September 2026 / 19:30 WIB
Diperbarui Kamis, 17 September 2026 / 21:19 WIB
Low Tuck Kwong dan Putrinya Teken Perjanjian Jual Beli Saham BYAN ke Jhonlin Baratama
ILUSTRASI. Low Tuck Kwong (BYAN/Ist.)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengendali sekaligus pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN), Low Tuck Kwong, bersama putrinya Elaine Low, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase of Shares Agreement) dengan PT Jhonlin Baratama selaku calon pembeli. 

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Kamis (17/9/2026), perjanjian ini mengatur rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa Bayan Resources dari keduanya kepada PT Jhonlin Baratama.

Direktur BYAN Jenny Quantero mengatakan penyelesaian transaksi tersebut tunduk pada pemenuhan beberapa kondisi-kondisi pendahuluan.

Baca Juga: Kepemilikan Low Tuck Kwong di Saham BYAN Melonjak, Cek Jumlah Terbarunya

"Setelah penyelesaian transaksi dan terpenuhinya atau seluruh syarat pendahuluan, PT Jhonlin Baratama akan memiliki 10.000.000.500 saham biasa perseroan," kata Jenny dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

 

Jenny juga menerangkan kejadian tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif yang dapat mengganggu kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, dan kelangsungan usaha Perseroan.

Baca Juga: Low Tuck Kwong Jajaki Penjualan BYAN, Wacana Diakusisi Haji Isam Makin Mencuat

Adapun hingga akhir perdagangan, Kamis (17/9/2026), pergerakan saham BYAN menguat 1,14% ke posisi Rp 11.525 per saham. Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini melemah 26,59%.

Langkah ini menjadi perkembangan penting setelah kabar mengenai rencana akuisisi BYAN oleh Haji Isam sebelumnya ramai di pasar. 

KONTAN pada Agustus 2026 lalu melaporkan adanya rumor bahwa Haji Isam akan mengambil alih sekitar 62% saham BYAN milik Low Tuck Kwong dan Elaine Low. 

Rumor tersebut muncul setelah Haji Isam bersama Low Tuck Kwong dan pemilik PT Republik Korpora Indonesia Norman Joesoef terlihat meninjau area operasional tambang BYAN di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

KONTAN juga mencatat bahwa rumor tersebut sempat menjadi salah satu sentimen yang menggerakkan saham BYAN. Namun, setelah itu saham BYAN justru mengalami tekanan. 

Per 15 September 2026, harga saham BYAN telah turun sekitar 41% sejak 19 Agustus, di tengah sejumlah sentimen negatif yang membayangi saham tersebut. 

Adapun PT Jhonlin Baratama merupakan bagian dari kelompok usaha Jhonlin yang dikaitkan dengan Haji Isam. 

Baca Juga: Haji Isam Beli 10 Miliar Saham BYAN, Segini Nilainya Jika Pakai Harga Pasar

Dalam pemberitaan KONTAN sebelumnya, Haji Isam disebut sebagai pengusaha yang dikabarkan menyiapkan akuisisi saham BYAN. 

Dengan adanya perjanjian bersyarat ini, nama Jhonlin Baratama kini muncul secara resmi sebagai calon pembeli saham dari keluarga Low Tuck Kwong. 

Bayan Resources menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha perseroan. 

Di pasar saham, BYAN ditutup menguat 1,14% ke Rp11.525 per saham pada perdagangan Kamis (17/9/2026). Meski demikian, secara year to date harga saham BYAN masih melemah 26,59%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×