Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Sementara bagi ISAT, kata Christian, spektrum tambahan memperkuat kualitas jaringan dan mendukung pertumbuhan trafik data sekaligus meningkatkan efisiensi pasca-merger.
“Alokasi 30 MHz di 700 MHz menjadi keunggulan untuk EXCL dalam memperluas coverage dengan biaya lebih efisien, tetapi manfaat finansialnya akan lebih bertahap karena EXCL masih fokus integrasi pasca merger,” ucapnya.
Dari ketiga emiten operator telekomunikasi, Christian menilai TLKM akan diunggulkan dari spektrum baru ini karena Telkomsel punya basis pelanggan terbesar, kemampuan belanja modal yang kuat dan kecepatan monetisasi.
Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas juga menilai tambahan spektrum merupakan katalis positif bagi seluruh operator, meski dampaknya terhadap kinerja keuangan akan berlangsung bertahap.
Baca Juga: Keberhasilan Lelang Frekuensi Tak Hanya Soal Pemenang, Tetapi Manfaat bagi Masyarakat
“Frekuensi baru meningkatkan kualitas jaringan, kapasitas data, dan mendukung percepatan adopsi 5G sehingga ketiga operator berpotensi meningkatkan belanja modal secara selektif,” ucapnya.
Sukarno menilai TLKM menjadi pihak yang paling diunggulkan karena memiliki kombinasi spektrum yang paling optimal, basis pelanggan terbesar dan kemampuan monetisasi layanan 5G yang lebih cepat.
Di sisi lain, kata Sukarno, EXCL berpotensi menjadi penerima manfaat terbesar dari tambahan 700 MHz untuk mempercepat ekspansi cakupan dan realisasi sinergi pasca merger.
“Sementara ISAT juga memperoleh manfaat melalui peningkatan kapasitas jaringan, tetapi dampaknya diperkirakan lebih moderat dibanding TLKM dan EXCL,” ucapnya.
Lebih lanjut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 2.630, ISAT di Rp 2.250 dan EXCL di Rp 2.280. Sementara, saham jagoan MNC Sekuritas jatuh pada TLKM dengan rekomendasi beli dan target harga di Rp 3.800.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














