kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Lelang Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz Ditutup, Cek Saham Unggulan Sektor Telekomunikasi


Kamis, 23 Juli 2026 / 18:25 WIB
Lelang Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz Ditutup, Cek Saham Unggulan Sektor Telekomunikasi
ILUSTRASI. Menara Telekomunikasi Tower Bersama (TBIG) (Dok/TBIG)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi menutup lelang pengguna pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz. Tambahan frekuensi ini bakal menjadi katalis positif bagi emiten operator telekomunikasi. 

Pada seleksi pita frekuensi 700 MHz, PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) memperoleh alokasi spektrum terbesar, yakni 30 MHz (2x15 MHz) dengan total nilai penawaran Rp 1,06 triliun.

Masih di frekuensi yang sama, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yaitu PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan PT Indosat Tbk masing-masing memperoleh alokasi 20 MHz (2x10 MHz).

Telkomsel mengajukan total penawaran sebesar Rp 642,5 miliar untuk pita 700 MHz, sedangkan Indosat menawarkan Rp 507,48 miliar. Berdasarkan hasil seleksi, EXCL menempati peringkat pertama, disusul Telkomsel dan ISAT.

Baca Juga: Pemenang Lelang Frekuensi Wajib Perluas Layanan 4G ke 538 Desa dan Kejar Target 5G

Pada pita frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel memperoleh alokasi 80 MHz senilai Rp 545,84 miliar. ISAT memperoleh alokasi 60 MHz dengan nilai penawaran Rp 372 miliar, sedangkan EXCL mendapatkan 50 MHz dengan total penawaran Rp 231,6 miliar.

Presiden Direktur & CEO XLSMART Rajeev Sethi menjelaskan alokasi spektrum baru menjadi investasi strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui peningkatan kualitas konektivitas. 

“Sebagai perusahaan hasil penggabungan XL Axiata dan Smartfren, alokasi spektrum baru ini akan mempercepat optimalisasi integrasi jaringan XLSMART,” jelasnya, Rabu (22/7/2026). 

 

Dengan spektrum baru ini, Rajeev optimistis dapat mempercepat pemerataan konektivitas nasional sekaligus mendukung terwujudnya ekonomi digital Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. 

Ronald Limoa, VP Technology Strategy & Consumer Product Development Telkomsel bilang spektrum merupakan pondasi penting dalam penyelenggaraan layanan telekomunikasi yang membantu operator menghadirkan konektivitas. 

“Kombinasi pita frekuensi rendah (low-band) 700 MHz dan pita frekuensi menengah (mid-band) 2,6 GHz akan memperkuat keseimbangan antara jangkauan dan kapasitas jaringan,” katanya. 

Baca Juga: Komdigi Tetapkan Telkomsel, Indosat, dan XL Smart Pemenang Lelang Frekuensi

Ke depan, kata Ronald, Telkomsel akan melanjutkan koordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan terkait untuk memenuhi seluruh tahapan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. 

Equity Research Analyst MNC Sekuritas Christian Sitorus menyebut adanya tambahan spektrum ini bisa meningkatkan kualitas jaringan, kapasitas trafik data dan pasti mendukung ekspansi layanan jaringan.  

“Operator harus melakukan investasi pada jaringan sehingga manfaatnya baru terlihat satu sampai dua tahun ke depan, tergantung dari monetisasi jaringan tersebut,” jelasnya kepada Kontan, Kamis (23/7).

Christian menjelaskan TLKM melalui Telkomsel berpotensi mendapat manfaat yang lebih tinggi dengan adanya kombinasi spektrum low-band dan 2,6 GHz untuk meningkatkan kapasitas pelanggan. 

Sementara bagi ISAT, kata Christian, spektrum tambahan memperkuat kualitas jaringan dan mendukung pertumbuhan trafik data sekaligus meningkatkan efisiensi pasca-merger. 

“Alokasi 30 MHz di 700 MHz menjadi keunggulan untuk EXCL dalam memperluas coverage dengan biaya lebih efisien, tetapi manfaat finansialnya akan lebih bertahap karena EXCL masih fokus integrasi pasca merger,” ucapnya. 

Dari ketiga emiten operator telekomunikasi, Christian menilai TLKM akan diunggulkan dari spektrum baru ini karena Telkomsel punya basis pelanggan terbesar, kemampuan belanja modal yang kuat dan kecepatan monetisasi.  

Senior Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas juga menilai tambahan spektrum merupakan katalis positif bagi seluruh operator, meski dampaknya terhadap kinerja keuangan akan berlangsung bertahap. 

Baca Juga: Keberhasilan Lelang Frekuensi Tak Hanya Soal Pemenang, Tetapi Manfaat bagi Masyarakat

“Frekuensi baru meningkatkan kualitas jaringan, kapasitas data, dan mendukung percepatan adopsi 5G sehingga ketiga operator berpotensi meningkatkan belanja modal secara selektif,” ucapnya.  

Sukarno menilai TLKM menjadi pihak yang paling diunggulkan karena memiliki kombinasi spektrum yang paling optimal, basis pelanggan terbesar dan kemampuan monetisasi layanan 5G yang lebih cepat. 

Di sisi lain, kata Sukarno, EXCL berpotensi menjadi penerima manfaat terbesar dari tambahan 700 MHz untuk mempercepat ekspansi cakupan dan realisasi sinergi pasca merger. 

“Sementara ISAT juga memperoleh manfaat melalui peningkatan kapasitas jaringan, tetapi dampaknya diperkirakan lebih moderat dibanding TLKM dan EXCL,” ucapnya. 

Lebih lanjut, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 2.630, ISAT di Rp 2.250 dan EXCL di Rp 2.280. Sementara, saham jagoan MNC Sekuritas jatuh pada TLKM dengan rekomendasi beli dan target harga di Rp 3.800. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×