Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang terus turun dan terkunci di level Rp 50 membuat PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) membukukan kerugian atas investasi yang belum direalisasikan.
Hingga akhir perdagangan sesi pertama Senin (7/9), saham GOTO stagnan di Rp 50 dengan volume perdagangan 25,20 juta saham dan nilai transaksi mencapai Rp 1,26 miliar.
Sementara itu, dalam laporan keuangan konsolidasian Telkom per 30 Juni 2026, Telkomsel mencatat investasi pada saham GOTO sebagai instrumen keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Baca Juga: Samuel Sekuritas Tambah Saham FILM Lewat Transaksi Repo Senilai Rp 102 Miliar
Pada 30 Juni 2026, Telkomsel menilai nilai wajar investasi di GOTO sebesar Rp 50 per saham. Adapun, kerugian yang belum direalisasikan dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO mencapai Rp 322 miliar.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan, investasi Telkomsel di GOTO merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang. Investasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi sinergi dan menciptakan nilai bagi Telkomsel.
“Kami sampaikan bahwa investasi Telkomsel di GOTO merupakan bagian dari kemitraan strategis jangka panjang yang berfokus pada optimalisasi potensi sinergi dan penciptaan nilai bagi Telkomsel,” jelasnya dalam konferensi pers, Senin (7/9/2026).
Daru menegaskan pergerakan harga saham GOTO tidak menjadi satu-satunya ukuran untuk melihat manfaat dari kemitraan tersebut. Telkomsel juga mempertimbangkan realisasi sinergi serta kinerja investasinya secara keseluruhan.
“Pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut,” katanya.
Ke depan, kata Daru, Telkomsel akan terus mengevaluasi kinerja investasi dan realisasi sinergi dari kemitraan dengan GOTO. Evaluasi dilakukan secara disiplin sebelum menentukan langkah lanjutan terkait investasi tersebut.
Baca Juga: BUMI Akuisisi Perusahaan Australia Rp 1 Triliun, Sahamnya Melejit 6,67%
“Setiap keputusan terkait investasi akan diambil secara prudent berdasarkan pengkajian yang komprehensif serta mengikuti prinsip tata kelola dan mekanisme persetujuan yang berlaku,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














