kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Lanjutkan Reli, Harga Emas Mencapai Rekor Baru pada Kamis (7/3) Siang


Kamis, 07 Maret 2024 / 12:50 WIB
Lanjutkan Reli, Harga Emas Mencapai Rekor Baru pada Kamis (7/3) Siang
ILUSTRASI. Kamis (7/3) pukul 12.43 WIB, harga emas spot menguat 0,38% ke US$ 2.156,27 per ons troi.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas menguat hingga mencapai rekor baru pada hari Kamis. Harga emas berada di jalur kenaikan harian ketujuh berturut-turut. Penguatan harga emas ditopang oleh data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lemah dan indikasi Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengenai potensi penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang jika inflasi mereda.

Kamis (7/3) pukul 12.43 WIB, harga emas spot menguat 0,38% ke US$ 2.156,27 per ons troi. Sedangkan harga emas kontrak April 2024 di Commodity Exchange menguat 0,27% ke US$ 2.164 per ons troi.

Kelemahan marjinal dalam data AS memberi emas alasan untuk menguat. "Tetapi pergerakan kemungkinan dipengaruhi oleh pembelian berjangka dalam jumlah besar yang dimulai pada hari Jumat," kata Marcus Garvey, kepala tim strategi komoditas di Macquarie kepada Reuters.

Harga emas mendapat dorongan pada hari Rabu setelah Powell mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga mungkin terjadi dalam beberapa bulan mendatang jika perekonomian berkembang secara luas seperti yang diharapkan. Arah suku bunga juga akan ditentukan oleh bukti lebih lanjut dari penurunan inflasi. Powell akan berbicara lagi hari ini.

Suku bunga yang lebih rendah meningkatkan daya tarik emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi Rp 13.000 ke Rp 1.199.000 Per Gram, Kamis (7/3)

Pernyataan Powell, ditambah dengan data yang dirilis pada hari yang sama yang menunjukkan melemahnya kondisi pasar tenaga kerja, mengakibatkan penurunan imbal hasil Treasury AS dan nilai tukar dolar AS. Penurunan kedua instrumen meningkatkan daya tarik emas.

"Jika data pasar tenaga kerja pada hari Jumat atau data inflasi minggu depan menunjukkan kelemahan, US$ 2.300 akan menjadi target jangka pendek berdasarkan tingkat teknis, namun itu akan menjadi fenomena yang berumur pendek, sebelum harga terkoreksi dan berkonsolidasi," kata Garvey dari Macquarie.

Jigar Pandit, head of commodity and currency business Sharekhan BNP Paribas memperkirakan, pembelian emas oleh bank sentral akan terus berlanjut karena ketidakpastian geo-politik.. Dia menyebutkan permintaan yang kuat terutama dari Tiongkok, Turki, Rusia, dan Polandia.

"Perlambatan di Tiongkok akan membatasi pertumbuhan global. Oleh karena itu, dalam lingkungan keuangan yang tidak menentu, emas akan tetap menjadi investasi yang aman bagi bank," kata Jigar Pandit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×