kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Bitcoin Capai Rekor Baru Rp 1 Miliar, Begini Respons CEO Indodax


Selasa, 05 Maret 2024 / 15:11 WIB
Harga Bitcoin Capai Rekor Baru Rp 1 Miliar, Begini Respons CEO Indodax
ILUSTRASI. Bitcoin.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pada perdagangan hari Selasa (5/3/2024) pagi, harga Bitcoin kembali menunjukkan kenaikan signifikan dengan mencapai level Rp 1 miliar. Kenaikan ini dipandang sebagai tanda bahwa halving day semakin dekat.

CEO Indodax, Oscar Darmawan, menyatakan bahwa pencapaian harga Bitcoin ini merupakan momen historis bagi industri kripto. Menurutnya, harga Bitcoin saat ini mencapai puncak tertinggi sejak November 2021.

Kenaikan harga ini disertai dengan peningkatan minat investor dan menciptakan generasi baru "OKB" (Orang Kaya Baru) di dunia kripto karena mendadak menjadi miliarder. 

Oscar menambahkan bahwa kenaikan ini mengindikasikan bahwa kripto semakin diterima sebagai aset investasi yang sah dan memiliki potensi keuntungan yang besar. 

Baca Juga: Melesat ke US$68.000, Bitcoin (BTC) Semakin Mendekati Level Harga Tertinggi

Berdasarkan data dari aplikasi Indodax, halving Bitcoin diperkirakan akan terjadi dalam waktu sekitar 42 hari lagi. Kemungkinan, kenaikan harga tahun ini dapat melampaui dua kali lipat dari halving sebelumnya. 

"Saat ini, harga Bitcoin telah mencapai Rp 1 miliar, bahkan melampaui angka tertinggi sepanjang masa (ATH) pada November 2021, yaitu Rp 978 juta," ujar Oscar dalam siaran pers.

Oscar juga menjelaskan bahwa Indodax telah mengalami halving sebanyak tiga kali sebelumnya, dan tahun ini merupakan yang keempat.

Dia percaya bahwa halving day biasanya menyebabkan kenaikan harga karena pasokan Bitcoin terganggu, meningkatkan permintaan dan mendorong kenaikan harga. Selain itu, fenomena 'fear of missing out' juga diyakini memperkuat harga Bitcoin. Meskipun harga Bitcoin terus naik, penyesuaian harga akan terjadi saat halving.

Selain faktor halving day yang semakin dekat, kenaikan harga juga disebabkan oleh perkiraan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga hingga 75 basis poin. Konflik geopolitik yang mengganggu perdagangan global juga telah mengganggu rantai pasokan global, memicu peningkatan investasi ke Bitcoin.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melompat ke Atas Level US$ 68.000, Selangkah Lagi Rekor

Kenaikan harga Bitcoin ini biasanya diikuti oleh kenaikan altcoin, seperti Ethereum, seperti yang terjadi pada halving-halving sebelumnya. Hal ini mengarah pada munculnya altcoin seasons.

Oscar menekankan pentingnya persiapan investor menyambut masa-masa setelah halving dengan menggunakan teknik Dollar Cost Averaging (DCA). Fitur investasi rutin yang disediakan oleh Indodax dapat membantu para investor melakukan pembelian aset secara teratur, membantu mereka mendapatkan harga Bitcoin yang optimal.

Oscar juga mengapresiasi partisipasi masyarakat Indonesia dalam menyambut halving day kali ini. Dia menilai bahwa reaksi masyarakat saat ini lebih baik dibandingkan halving sebelumnya, menunjukkan peningkatan literasi kripto di kalangan masyarakat.

Baca Juga: Harga Bitcoin Kembali Dekati Rp 1 Miliar, Masih Bisa Naik Lagi?

Ia juga menekankan pentingnya kecerdasan dalam melihat peluang investasi dan memanfaatkan momentum kenaikan harga Bitcoin ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP) Negosiasi & Mediasi Penagihan yang Efektif Guna Menangani Kredit / Piutang Macet

[X]
×