kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Emas Cetak Rekor, Ini Ramalan Tentang Nasib Si Kuning Selanjutnya


Selasa, 05 Desember 2023 / 08:14 WIB
Harga Emas Cetak Rekor, Ini Ramalan Tentang Nasib Si Kuning Selanjutnya
ILUSTRASI. Harga emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir. REUTERS/Denis Balibouse


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Sugeng Adji Soenarso | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa dalam beberapa hari terakhir. Disinyalir, salah satu penyebabnya adalah karena imbal hasil obligasi terus menurun dari puncaknya di bulan Oktober.

Melansir Yahoo Finance, pada Senin (4/12/2023), harga emas di pasar spot mencapai titik tertinggi sepanjang masa dengan menyentuh level US$ 2.135,39 per troy ounce, sebelum akhirnya jatuh dan diperdagangkan di kisaran US$ 2.027 pada siang hari. 

Data Yahoo Finance juga menunjukkan, harga emas berjangka juga mencapai level tertinggi intraday di posisi US$ 2.152,30 pada hari Minggu sebelum tenggelam 2% pada hari Senin.

"Saya pikir emas berada di hari-hari awal pasar bullish yang menembus ke level tertinggi baru," kata Mike McGlone, ahli strategi makro senior Bloomberg Intelligence, kepada Yahoo Finance.

Logam mulia dipandang sebagai aset safe-haven selama masa ketidakpastian. Kenaikan harga terjadi di tengah penurunan imbal hasil Treasury 10-tahun karena pasar mengantisipasi Federal Reserve akan menurunkan suku bunga tahun depan. 

Baca Juga: Harga Emas Antam dan UBS Hari Ini (5/12) di Pegadaian Naik, Cek Updatenya di Sini

Imbal hasil jangka panjang yang lebih rendah biasanya mendorong investor membuang obligasi dan memilih logam mulia.

Michele Schneider, mitra dan direktur pendidikan dan penelitian perdagangan di MarketGauge.com, mengatakan kepada Yahoo Finance bulan lalu bahwa dia memperkirakan emas bisa mencapai level US$ 3.000.

Dia juga mencatat bahwa emas telah bertahan di hadapan dolar yang stabil dan suku bunga yang lebih tinggi.

Namun, tidak semua analis bersikap bullish.

“Suku bunga yang lebih rendah, karena harapan investor terhadap penurunan suku bunga The Fed pada tahun 2024, dan melemahnya dolar AS memberikan beberapa dukungan selama delapan minggu terakhir,” jelas Rob Haworth, direktur strategi investasi senior di US Bank Asset Management Group.

Baca Juga: Harga Emas Kembali Menguat, Kapan Waktunya Untuk Masuk?




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×