kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Langkah ECB dinilai belum cukup, bursa Asia kembali memerah


Kamis, 29 Desember 2011 / 09:27 WIB
Yoona dan Hyun Bin di jumpa pers film Confidential Assignment pertama tahun 2017. 


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Sebagian besar saham yang ditransaksikan di bursa Asia mencatatkan penurunan pagi ini. Pada pukul 10.28 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,7% menjadi 111,96. Sembilan dari sepuluh sektor yang ditransaksikan mencatatkan penurunan. Dalam sebulan terakhir ini, indeks MSCI Asia Pacific sudah melorot 1,2% dan 19% di sepanjang tahun ini.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 1%, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,1%, dan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,8%.

Sejumlah saham yang pergerakannya mempengaruhi bursa Asia adalah: Sony Corp yang turun 1,3% di Tokyo, Lynas Corp turun 7,1%, dan OZ Minerals Ltd turun 5,4%.

Aksi jual yang melanda bursa Asia dipicu oleh perkembangan terbaru di Eropa. Data terakhir menunjukkan, neraca Bank Sentral Eropa melonjak menembus rekor tertinggi. Hal ini menandakan risiko yang disebabkan krisis utang Eropa kian meningkat dan akan memperlambat perekonomian global.

"Kebijakan yang dilakukan oleh Bank Sentral Eropa tidak drastis. Namun hal itu lebih baik ketimbang tidak sama sekali. Eropa tidak akan bisa menghindari perlambatan ekonomi. Hal ini yang menyebabkan pasar cemas," jelas Kazuyuki Terao, chief investment officer RCM Japan Co.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×