kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.769.000   10.000   0,57%
  • USD/IDR 16.580   20,00   0,12%
  • IDX 6.453   217,51   3,49%
  • KOMPAS100 921   37,24   4,22%
  • LQ45 728   30,98   4,44%
  • ISSI 201   5,02   2,57%
  • IDX30 383   17,09   4,66%
  • IDXHIDIV20 464   20,92   4,72%
  • IDX80 105   4,19   4,18%
  • IDXV30 110   3,51   3,30%
  • IDXQ30 126   5,23   4,33%

Laba Resource Alam Indonesia (KKGI) Tumbuh 49,85% Jadi US$ 40,15 Juta pada 2024


Senin, 24 Maret 2025 / 13:57 WIB
Laba Resource Alam Indonesia (KKGI) Tumbuh 49,85% Jadi US$ 40,15 Juta pada 2024
ILUSTRASI. Lokasi pertambangan PT Resource Alam Indonesia Tbk KKGI atau RAIN group


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2024. Keberhasilan ini didorong oleh efisiensi biaya, penguatan operasional, dan strategi ekspansi yang terarah. 

Laba kotor perusahaan meningkat 95,4% menjadi US$ 103,14 juta dari US$ 52,78 juta pada 2023. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga batu bara global.

Pendapatan perusahaan mengalami kenaikan sebesar 10,9%, mencapai US$ 326,8 juta dibandingkan US$ 294,67 juta pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba bersih setelah pajak tumbuh 49,85% menjadi US$40,15 juta dari US$26,8 juta pada 2023. 

Baca Juga: Resource Alam (KKGI) Bagikan Dividen Interim, Cek Jadwal dan Besarannya

Direktur Keuangan PT Resource Alam Indonesia Tbk, Agoes Soegiarto Soeparman, menyatakan bahwa pertumbuhan laba kotor hampir dua kali lipat ini merupakan hasil dari kedisiplinan operasional, efisiensi yang terus ditingkatkan, serta optimalisasi rantai pasokan.

"Rasio profitabilitas perusahaan juga mengalami penguatan signifikan," ujar Agoes dalam keterangan tertulis seperti dikutip Senin (24/3). 

Ia melanjutkan, gross profit margin KKGI juga meningkat dari 17,91% menjadi 31,56%, operational profit margin naik dari 12,97% menjadi 19,84%, dan net profit margin bertambah dari 9,10% menjadi 12,28%. 

Dari sisi efisiensi, cash cost berhasil ditekan sebesar 17,4%, dari US$34,65 per metrik ton (MT) pada 2023 menjadi US$28,61 per MT pada 2024. Hal ini menegaskan keberhasilan perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional.

Produksi batu bara KKGI mencapai 5,92 juta MT, meningkat 10,87% dari 5,34 juta MT pada tahun sebelumnya. Sementara itu, volume penjualan tumbuh lebih tinggi sebesar 19,27%, dari 5,24 juta MT pada 2023 menjadi 6,25 juta MT pada 2024. 

Baca Juga: Cek Prospek dan Rekomendasi Saham KKGI dan TPMA Usai Bikin Usaha Patungan

Perusahaan juga memperkuat fundamental keuangannya dengan rasio yang semakin sehat. Return on Assets (ROA) meningkat dari 13,37% menjadi 19,21%, Return on Equity (ROE) naik dari 19,24% menjadi 24,96%, dan Debt to Equity Ratio (DER) turun signifikan dari 3,82% menjadi 1,66%. 

Agoes menegaskan bahwa pengelolaan keuangan yang hati-hati dan strategis telah memperkuat posisi perusahaan untuk terus bertumbuh tanpa beban utang yang berlebihan.

Memasuki tahun 2025, KKGI menargetkan produksi dan penjualan sebesar 5,85 juta MT. Target ini berasal dari produksi 4,85 juta MT oleh PT Insani Baraperkasa dan 0,99 juta MT oleh PT Loa Haur. 

 

Untuk mendukung pencapaian tersebut, PT Loa Haur telah menyelesaikan pengembangan stockpile seluas tiga hektar, mempercepat pembangunan infrastruktur, serta menambah jumlah kontraktor tambang. 

Selain itu, KKGI bersama PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) membentuk perusahaan patungan PT Trans Bahtera Pioneer (TBP) dengan modal awal sebesar Rp51,5 miliar. 

Baca Juga: KKGI dan TPMA Bentuk Perusahaan Patungan, Ini Tujuannya

Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dalam rantai pasokan serta meningkatkan efisiensi transportasi batu bara.

Ke depan, KKGI juga terus berupaya melakukan diversifikasi usaha dan meningkatkan keberlanjutan. Melalui PLTM Cicatih, perusahaan merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan. 

PT Bias Petrasia Persada tengah menjajaki kerja sama dengan International Renewable Energy Certificate (I-REC) dalam perdagangan karbon untuk periode 2024–2029. 

Di sektor properti, KKGI melalui unit usaha RAIN REALTY telah membuka Marketing Gallery di Handil Bakti, Kota Samarinda. 

Perusahaan berencana menggelar Ground Breaking dan Grand Launching pada kuartal kedua 2025 serta memiliki cadangan lahan lebih dari 3.000 hektar di Samarinda dan Kutai Kartanegara untuk mendukung ekspansi bisnis jangka panjang.

Baca Juga: Kuartal III-2024, Laba Bank Capital Indonesia (BACA) Tumbuh 60,44%

Dengan keuangan yang solid, efisiensi operasional yang terbukti, serta strategi ekspansi yang matang, KKGI optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham di masa mendatang.

Selanjutnya: ADCP Targetkan Pertumbuhan Marketing Sales 3%-5% pada Tahun 2025

Menarik Dibaca: Simak Cara Pakai Body Scrub yang Benar di Sini Agar Kulit Kinclong Saat Lebaran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×