Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja sejumlah emiten properti pada kuartal II-2026 masih menghadapi tekanan. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) tercatat membukukan laba di bawah ekspektasi, sementara PT Ciputra Development Tbk (CTRA) relatif sesuai dengan perkiraan konsensus.
Analis Indo Premier Sekuritas Halima Yefany mengatakan, secara agregat laba bersih sektor properti yang dipantau meningkat 21% secara kuartalan menjadi Rp 1,7 triliun pada kuartal II tahun 2026. Namun, jika dilihat sepanjang semester I-2026, laba bersih masih turun 27% secara tahunan menjadi sekitar Rp 3 triliun.
Capaian tersebut baru setara 38% dari estimasi konsensus untuk tahun 2026. Angka ini juga berada di bawah rata-rata tiga tahun sebesar 52% pada periode yang sama.
Baca Juga: Rupiah Ditutup Melamh ke Rp 17.877 Per Dolar AS Hari Ini (12/8), Asia Bervariasi
"BSDE, PWON, dan SMRA semuanya berada di bawah konsensus, sementara CTRA secara umum masih sejalan dengan ekspektasi," ujar Halima dalam riset 10 Agustus 2026.
BSDE menjadi emiten dengan kinerja paling lemah. Hingga semester I-2026, laba bersih BSDE tercatat Rp 604 miliar, anjlok 53% secara tahunan. Realisasi tersebut baru mencapai 24% dari konsensus, jauh di bawah rata-rata tiga tahun sebesar 57%.
Halima menyebut, lemahnya kinerja BSDE terutama disebabkan oleh pendapatan dari segmen pengembangan properti yang lebih rendah.
Sementara itu, PWON membukukan laba bersih Rp 1 triliun pada semester I-2026, turun 11% secara tahunan. Capaian tersebut baru mencapai 41% dari estimasi konsensus, terutama akibat pendapatan lainnya yang lebih rendah.
SMRA juga mencatat tekanan dengan laba bersih Rp 332 miliar, turun 34% secara tahunan dan baru mencapai 41% dari konsensus. Kenaikan beban bunga menjadi salah satu faktor utama yang menekan kinerja perusahaan.
Di sisi lain, CTRA relatif lebih baik. Laba bersih semester I-2026 mencapai Rp 1,1 triliun atau turun 11% secara tahunan, tetapi masih sesuai dengan ekspektasi pasar.
Dari sisi penjualan, Halima mencatat penjualan pemasaran atau marketing sales sektor properti pada kuartal II-2026 mencapai Rp 6,5 triliun, turun tipis 1% secara kuartalan. Dengan demikian, total presales sepanjang semester I-2026 mencapai sekitar Rp 13 triliun atau turun 5% secara tahunan.
Meski mengalami penurunan, realisasi tersebut secara umum masih sejalan dengan target yang ditetapkan para pengembang untuk 2026.
SMRA justru menjadi salah satu emiten yang mencatat kinerja penjualan paling kuat. Presales pada kuartal II-2026 mencapai Rp 1,3 triliun, naik 12% secara kuartalan. Sepanjang semester I-2026, presales SMRA mencapai Rp 2,5 triliun atau tumbuh 17% secara tahunan.
Baca Juga: Pemegang Saham BEI Respons Positif Rencana Demutualisasi Bursa
Realisasi tersebut telah mencapai 49% dari target 2026, lebih tinggi dari rata-rata tiga tahun sebesar 38%. Kinerja tersebut ditopang permintaan yang tetap kuat di Serpong dan Bandung.
BSDE juga masih berada di jalur yang sesuai target. Presales pada kuartal II-2026 mencapai Rp 2,6 triliun, naik 1% secara kuartalan, sehingga total semester I-2026 mencapai Rp 5,1 triliun atau tumbuh 1% secara tahunan. Penjualan komersial yang lebih kuat di BSD City menjadi salah satu penopangnya.
Sebaliknya, CTRA dan PWON masih tertinggal dari sisi pertumbuhan presales. CTRA mencatat presales Rp 4,7 triliun pada semester I-2026, turun 18% secara tahunan dan mencapai 49% dari target tahunan.
Halima mengatakan, CTRA terdampak oleh melemahnya permintaan di wilayah Greater Jakarta. Namun, tingkat penyerapan yang kuat pada proyek Citra Homes Halim memberikan keyakinan terhadap peluncuran proyek premium berikutnya.
PWON membukukan presales Rp 603 miliar pada semester I-2026 atau relatif datar secara tahunan, dengan pencapaian sekitar 40% dari target. Penjualan Eluna Apartment yang lebih lemah menjadi salah satu kendala, meski permintaan properti high-rise di Surabaya masih relatif kuat.
"Kami memperkirakan kedua pengembang tersebut dapat mengalami pemulihan pada semester II tahun 2026 seiring dengan semakin banyaknya peluncuran proyek di segmen premium," kata Halima.
Menariknya, pelemahan penjualan properti tidak terjadi secara merata. Permintaan di segmen premium justru menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan pasar massal.
Halima mencatat, dari tiga pengembang dalam cakupan Indo Premier Sekuritas yakni BSDE, CTRA, dan PWON penjualan properti premium dengan harga di atas Rp 2 miliar hanya turun 2% secara kuartalan pada kuartal II-2026.
Sebagai pembanding, penjualan properti non-premium mengalami penurunan lebih dalam, yakni 9% secara kuartalan. "Hal ini menunjukkan bahwa permintaan di segmen kelas atas masih mengungguli pasar massal," jelas Halima.
Baca Juga: BEI Sudah Terima Surat Danantara Soal Minat Jadi Investor untuk Demutualisasi
Menurut dia, tren tersebut berpotensi berlanjut hingga paruh kedua 2026. Daya beli yang lebih kuat pada segmen premium dinilai dapat menjadi penopang bagi para pengembang untuk meluncurkan proyek-proyek baru.
Beberapa proyek yang menjadi perhatian antara lain Citra Bukit Golf Sentul dan klaster baru Citra Homes Halim milik CTRA, grand launching Eluna Apartment milik PWON, Nava Park II milik BSDE, serta proyek hunian premium SMRA di Bogor.
Meski valuasi sektor properti masih tergolong menarik, Indo Premier Sekuritas saat ini tengah meninjau kembali rekomendasi sektornya.
Halima mengatakan, moderasi pertumbuhan presales berpotensi memberikan tekanan terhadap kinerja laba para pengembang ke depan. Kondisi tersebut menjadi perhatian meskipun valuasi sektor masih berada pada level yang relatif murah.
Saat ini, valuasi sektor properti berada pada diskon sekitar 86% terhadap net asset value (NAV) dan price to earnings ratio (P/E) sekitar 6 kali. Level tersebut berada sekitar dua standar deviasi di bawah rata-rata historis sejak 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
