kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

SBR015 Resmi Ditawarkan, Bibit dan UOB Indonesia Bidik Penjualan Tinggi


Senin, 28 September 2026 / 16:50 WIB
SBR015 Resmi Ditawarkan, Bibit dan UOB Indonesia Bidik Penjualan Tinggi
ILUSTRASI. Ilustrasi obligasi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah resmi membuka masa penawaran Surat Berharga Negara (SBN) Ritel seri Savings Bond Ritel (SBR) 015 mulai hari ini, Senin (28/9/2026) hingga 22 Oktober 2026.

Peluncuran instrumen ini disambut secara optimistis oleh para mitra distribusi (midis) seperti Bibit dan UOB Indonesia yang memproyeksikan lonjakan minat dari investor ritel.

SBR015 ditawarkan dalam dua opsi tenor investasi. Seri SBR015T2 bertenor 2 tahun menawarkan kupon awal 6,75% per tahun (BI-Rate 5,75% + spread 100 bps), sedangkan SBR015T4 bertenor 4 tahun memberikan kupon awal 6,85% per tahun (spread 110 bps).

Baca Juga: Dolar AS Makin Perkasa, Begini Proyeksi EUR, GBP dan AUD hingga Akhir 2026

Keduanya menerapkan mekanisme kupon mengambang dengan batas minimal (floating with floor) yang ditransfer setiap tanggal 10 tiap bulan, dimulai pada 10 Desember 2026.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id William menilai, di tengah tingginya ketidakpastian pasar saham, instrumen berisiko rendah seperti SBN menjadi pilihan menarik untuk alokasi dana investor.

Bibit memproyeksikan bahwa investor ritel akan lebih banyak memburu seri tenor pendek.

"Based on pengalaman, kami memprediksi yang tenor dua tahun akan lebih diminati investor ritel," kata William kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Senada, Executive Director, Deposit and Wealth Management Head UOB Indonesia Emillya Soesanto juga memperkirakan tenor dua tahun berpotensi menyerap minat lebih besar karena mengutamakan fleksibilitas.

Meski begitu, tenor empat tahun tetap memiliki daya pikat tersendiri bagi investor yang ingin mengunci kupon minimal lebih tinggi dalam jangka panjang.

Sebagai gambaran preferensi, Emillya mencatat bahwa pada penerbitan SBR014 tahun 2025 lalu, tenor dua tahun mendominasi sekitar 76% dari total pemesanan di UOB Indonesia.

Ia menambahkan, skema floating with floor memberikan nilai tambah bagi pemegang SBR015 di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga sentral. Selain itu, perlakuan pajak atas kupon SBR015 yang sebesar 10% terhitung lebih rendah dibandingkan dengan pajak deposito.

"Kami menyambut positif penerbitan SBR015 dan melihat adanya peluang untuk menarik minat investor ritel, khususnya mereka yang mencari instrumen investasi dengan imbal hasil kompetitif dan tingkat risiko yang relatif terukur," ujar Emillya kepada Kontan, Senin (28/9/2026).

Instrumen non tradable ini menetapkan batas pemesanan mulai dari Rp 1 juta hingga maksimal Rp 5 miliar untuk SBR015T2 dan Rp 10 miliar untuk SBR015T4.

Pemerintah juga menyediakan fasilitas early redemption maksimal 50% yang dapat diajukan pada Oktober 2027 untuk tenor dua tahun dan Oktober 2028 untuk tenor empat tahun.

Untuk melayani pemesanan secara elektronik, pemerintah menunjuk 29 Mitra Distribusi resmi, dengan rincian:

  • Bank umum: PT Bank Central Asia Tbk., PT Bank CIMB Niaga Tbk., PT Bank Danamon Indonesia Tbk., PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Maybank Indonesia Tbk., PT Bank Mega Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank OCBC NISP Tbk., PT Bank Panin Tbk., PT Bank Permata Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., PT Bank UOB Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank SMBC Indonesia Tbk., PT Bank Victoria International Tbk., dan Standard Chartered Bank Indonesia.
  • Perusahaan efek: PT Ajaib Sekuritas Asia, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk., PT Phillip Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.
  • Perusahaan fintech APERD: PT Bareksa Portal Investasi, PT Bibit Tumbuh Bersama, PT Nusantara Sejahtera Investama (FUNDtastic+), dan PT Star Mercato Capitale (Tanamduit).

Baca Juga: IHSG Melemah 1,51% ke 6.147 pada Senin (28/9/2026), GOTO, INCO, HRTA Top Losers LQ45

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×