Reporter: Rashif Usman | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan pada semester I-2026, baik dari segi laba bersih maupun pendapatan.
Berdasarkan laporan keuangannya, AKRA membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp1,43 triliun pada semester I-2026. Perolehan tersebut tumbuh 21,25% secara tahunan (YoY) dibandingkan dengan Rp1,18 triliun pada semester I-2025.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan AKRA sepanjang enam bulan pertama tahun ini. Total pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 30,84 triliun pada semester I-2026, meningkat 44% YoY dibandingkan dengan Rp 21,41 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,75% ke 6.204 pada Sesi I Jumat (24/7), CUAN, BUMI, DEWA Top Losers LQ45
Kontributor utama pendapatan berasal dari pendapatan kontrak dengan pelanggan yang mencapai Rp30,71 triliun, naik dari Rp21,27 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, pendapatan sewa tercatat sebesar Rp134,91 miliar, turun dibandingkan dengan Rp148,17 miliar pada tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, AKRA membukukan laba bruto sebesar Rp 2,28 triliun pada semester I-2026, meningkat dibandingkan dengan Rp1,95 triliun pada semester I-2025.
Setelah memperhitungkan beban usaha, AKRA mencatat laba usaha sebesar Rp 1,73 triliun. Angka tersebut tumbuh sekitar 16,94% YoY dari Rp 1,48 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
AKRA juga mencatat penghasilan keuangan sebesar Rp 160,12 miliar, meningkat dari Rp 115,48 miliar pada semester I-2025. Sementara itu, beban keuangan turun menjadi Rp 28,41 miliar dari sebelumnya Rp31,87 miliar.
Secara keseluruhan, laba neto periode berjalan AKRA mencapai Rp 1,57 triliun pada semester I-2026, naik sekitar 17,79% YoY dibandingkan dengan Rp 1,33 triliun pada semester I-2025.
Dengan demikian, laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat menjadi Rp 72,30 per saham pada semester I-2026, dari Rp 59,79 per saham pada semester I-2025.
Berdasarkan neraca, AKRA membukukan total aset per semester I-2026 mencapai Rp 39,29 triliun, meningkat dari periode akhir tahun 2025 sebesar Rp 36,56 triliun. Total liabilitas perusahaan tercatat Rp 22,92 triliun dan ekuitas mencapai Rp 16,36 triliun per Juni 2026.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.973 per Dolar AS, Tertekan Defisit Fiskal & Faktor Geopolitik
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














