kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.688   102,00   0,58%
  • IDX 6.529   -194,59   -2,89%
  • KOMPAS100 864   -28,90   -3,24%
  • LQ45 642   -15,41   -2,34%
  • ISSI 236   -7,11   -2,93%
  • IDX30 364   -7,05   -1,90%
  • IDXHIDIV20 450   -5,62   -1,23%
  • IDX80 99   -3,00   -2,95%
  • IDXV30 127   -2,42   -1,87%
  • IDXQ30 118   -1,60   -1,34%

Kombinasi dollar plus Siprus menekan harga emas


Kamis, 28 Maret 2013 / 10:35 WIB
ILUSTRASI. Petugas menyiapkan peralatan kesehatan. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SEOUL. Harga emas dunia saat ini (28/3)  diperdagangkan menuju penurunan kuartalan kedua. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 10.48 waktu Seoul, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat tak banyak mencatatkan perubahan di posisi US$ 1.605,97 per troy ounce dari posisi kemarin di level US$ 1.605,25 per troy ounce.  

Jika dikalkulasikan, harga emas sudah terpangkas hingga 4,1% pada kuartal I 2013 ini.

Ada beberapa penyebab penurunan harga emas. Pertama, kepemilikan emas pada exchange traded products (ETP) mengalami penurunan rekor terbesarnya. Asal tahu saja, kepemilikan ETP terkontraksi sebesar 6,9% pada kuartal ini di tengah spekulasi investor bahwa bank sentral AS akan menambah stimulus.

Kedua, penguatan dollar AS seiring prospek pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam itu. Kondisi tersebut semakin memudarkan pesona emas sebagai investasi alternatif. Hal ini dapat dilihat dari pergerakan indeks Dollar yang reli ke level tertinggi sejak Agustus lalu, kemarin, setelah euro melemah.

Pelemahan euro sendiri masih disebabkan oleh isu Siprus yang tingkat ketidakpastiannya masih sangat tinggi. "Sentimen Siprus masih akan berlangsung untuk beberapa waktu. Kondisi itu akan mengangkat posisi dollar AS," jelas Lelia Kim, metal trader Tong Yang Secuirities Inc.

  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×